Nov'15 - mg.2 MENJADI HAMBA KEBENARAN ATAU HAMBA DOSA?

Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak! Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran? (Roma 6:15-16)

Beberapa orang dalam gereja zaman rasul Paulus beranggapan bahwa karena kasih karunia mengampuni dosa, maka orang Kristen tidak perlu waspada dan melawan dosa. Paulus menerangkan bahwa setiap orang percaya harus terus menerus menegaskan ulang dan melaksanakan keputusannya untuk melawan dosa dan mengikut Kristus.

“Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan.

(ayat 19)

Berkaitan dengan hal tersebut ada 2 (hal) yang harus kita lakukan:

1. Tentukan Pilihanmu!

Setelah menerima KRISTUS, orang percaya mempunyai pilihan siapa yang akan dilayaninya (ayat 16).

  1. Memilih untuk kembali kepada dosa, tidak lagi menentang kuasa dosa dalam kehidupan pribadi sehingga kembali menjadi budak dosa dengan kematian (kematian rohani dan kematian abadi) sebagai akibat/konsekuensinya.
  2. Memilih untuk dibebaskan dari dosa dan terus menyerahkan diri kepada ALLAH dan Kebenaran dengan pengudusan dan hidup yang kekal sebagai akibatnya.

2. Milikilah Komitmen Pribadi dengan TUHAN.

Orang percaya yang tidak memiliki komitmen kepada Kristus dan tidak menentang kuasa dosa dalam kehidupan pribadi tidak berhak menyebut Kristus sebagai Juruselamat mereka.

  • Lukas 6:46

"Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?

  • 2 Kor 6:17-18

Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa."

  • Yakobus 4:4

Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

  • 1 Yohanes 2:15-17

Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Rasul Paulus dengan sungguh-sungguh mengingatkan orang percaya yang merasa dapat berbuat dosa seenaknya karena mereka berada dibawah kasih karunia. Jikalau orang percaya memberikan diri kepada dosa, mereka akan sesungguhnya menjadi hamba dosa yang mengakibatkan kepada kematian : kebinasaan kekal, dijauhkan dari hadirat TUHAN dan dari Kemuliaan-NYA.

(Percaya kepada TUHAN YESUS sebagai TUHAN dan JURUSELAMAT adalah langkah awal untuk memulai suatu kehidupan baru yang penuh ketaatan kepada TUHAN YESUS. Serahkan diri kepada TUHAN, dan tekunlah dalam peperangan rohani menentang kuasa dosa dalam hidup kita.)