Nov'15 - mg.3 RESPONSIBILITY

"Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam ROH KUDUS. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat TUHAN kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal."

Yudas 20-21

KITAB YUDAS memberikan pesan yang penting kepada jemaat, yaitu agar orang-orang percaya dapat "tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus" (Yudas 3).  Di dalam kitab ini, Yudas memperingatkan akan adanya bahaya penyesatan oleh guru-guru palsu yang berada di tengah-tengah Jemaat/Persekutuan.  Dengan singkat, lugas dan padat, Yudas mengingatkan Jemaat agar tidak jatuh, tidak meninggalkan iman karena dapat berbahaya bagi Keselamatan (Salvation) mereka.

Pesan penutup dari Kitab Yudas menekankan betapa pentingnya bagi orang-orang percaya untuk hidup dengan penuh tanggung-jawab sebagaimana layaknya orang-orang yang telah ditebus.  Bagaimana?

1. Hidup dengan berdiri diatas dasar iman yang paling suci (ayat 20)

Dasar Iman yang paling suci adalah kebenaran Injil, yaitu karya keselamatan Kristus dan kasih-Nya yang memungkinkan kita menghasilkan hidup kekudusan sesuai dengan kehendak-Nya. Kebenaran Injil ini adalah yang diberikan oleh TUHAN Yesus Kristus dan yang diajarkan kepada Gereja oleh para Rasul.  Untuk memiliki dasar iman yang paling suci juga membutuhkan usaha untuk mempelajari terus-menerus Firman TUHAN, menerap-kannya dan mengajarkan-nya (band. Kisah 2:42, 20:27, 2 Tim 5:15, Ibr 5:12).  Hidup dalam kebenaran Injil adalah penangkal ampuh untuk menghadapi pengajaran-pengajaran sesat.

2. Hidup dengan senantiasa berdoa di dalam ROH KUDUS (ayat 20)

Hadirat ROH KUDUS adalah dasar perseku-tuan kita dengan TUHAN.  Doa yang benar terjadi di alam Roh.  Dengan senantiasa berdoa di dalam Roh membuka jalan bagi Roh untuk memberdaya-kan kita dengan kuasa-Nya, untuk membimbing kita dan memimpin kita, termasuk di dalam berbagai peperangan rohani yang kita hadapi (band. Roma 8:26, Gal 4:6, Efs 6:18). Berdoa dalam Roh artinya sebagai orang percaya kita menempat-kan diri sepenuhnya di dalam ROH KUDUS sehingga kita dapat menghasilkan buah kekudusan dan rohani yang baik.

3. Hidup di dalam Hadirat dan Kasih TUHAN sehingga kehidupan kita terpelihara oleh-Nya (ayat 21)

Mengapa orang-orang percaya bisa tersesat atau jatuh dalam penyesatan?  Karena tidak lagi hidup di dalam Hadirat dan Kasih TUHAN.  Ketika orang-orang percaya keluar dari perlindungan dan kasih TUHAN, mereka menjadi target serangan iblis.  Hadirat dan Kasih-Nya sanggup untuk menjaga, melindungi dan memelihara kita, namun kita harus mengambil sikap mau untuk ada di dalamnya.  Orang-orang percaya perlu percaya dan menerima berkat ini dengan jalan setia dan taat kepada apa yang Ia perintahkan (Yoh 15:9-10).

4. Hidup dalam pengharapan bahwa Kedatangan kembali TUHAN Yesus akan membawa keselamatan akhir kepada mereka yang tetap setia (ayat 21)

Kedatangan TUHAN Yesus yang kedua kali akan menyempurnakan proses keselamatan yang telah diberikan di atas Kayu Salib.  Pengharapan akan kedatangan-Nya membuat orang-orang percaya hidup kudus dan berjaga-jaga.  Ketaatan dan kesetiaan orang percaya akan menjamin belas kasihan TUHAN saat Ia datang untuk kedua kalinya.

Ingatlah, jaminan keselamatan akhir kita tidak hanya berhubungan dengan pekerjaan TUHAN di dalam kita, namun juga respons kita terhadap kasih karunia TUHAN di dalam hidup kita.  Dengan pertolongan TUHAN dan ketaatan sebagai orang-orang percaya, kita akan tetap berada di jalan menuju keselamatan kekal dan tidak mudah terombang-ambingkan oleh penyesatan-penyesatan.  (CS/2015)

Sumber: French L. Arrington, "Jaminan Keselamatan Kekal yang Tak Bersyarat: Mitos atau Kebenaran?", "Life in the Spirit Study Bible/ Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan".