Dec'15 - mg.2 PERSEMBAHAN BUAH SULUNG (1)

Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. (Amsal 3:9-10)

Salah satu pesan TUHAN melalui Gembala Sidang / Pembina adalah bahwa ditengah goncangan yang semakin dahsyat kedepan ini, salah satunya adalah kita harus dengan benar mengembalikan persepuluhan dan mempersembahkan persembahan khusus. Berkaitan dengan persembahan khusus, diawal tahun 2016 nanti, tepatnya di awal bulan Februari kita akan bersama-sama membawa persembahan sulung, yakni seluruh penghasilan yang kita peroleh di bulan Januari 2016. Mengapa dan bagaimana kita dapat mempraktekkan memberi buah sulung? Akan kita pelajari bersama-sama, sehingga kita bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Mengapa kita memberikan persembahan buah sulung?

1. Memberikan Persembahan Buah Sulung berarti Menghormati TUHAN Dengan Yang Pertama Dan Terbaik!

"Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,.." (Amsal 3:9).

Dengan memberikan persembahan buah sulung berarti kita memuliakan TUHAN dengan harta kita. Didalam Maleakhi 1:13-14, TUHAN menyatakan bahwa nilai dan besarnya persembahan kita kepada Tuhan menggambarkan seberapa kita mencintai Tuhan dan seberapa kita takut akan Dia. Takut akan Allah yang diekspresikan dengan pemberian yang terbaik, akan membuat kita bertemu dengan kelimpahan dari TUHAN seperti yang dialami Abraham di Kejadian 22:11-18.

2. Meneladani BAPA dan tokoh-tokoh Iman dalam Alkitab.

Memberikan yang pertama dan terbaik (buah sulung) juga merupakan  teladan dari ALLAH BAPA. BAPA telah memberikan yang terbaik, yang paling berharga yaitu YESUS KRISTUS kepada kita (1 Korintus 15:20). Untuk alasan itulah Yesus turun ke dunia menjadi manusia.

Beberapa tokoh iman di Alkitab yang memberikan persembahan berdasarkan prinsip buah sulung adalah:

  • Habel mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya (Kejadian 4:4).
  • Abraham merelakan putra tunggalnya yang sulung, yang amat dikasihinya sebagai korban bakaran bagi Tuhan (Kejadian 22).
  • Janda di Sarfat mendahulukan Elia dengan memberikan makanan terakhirnya (1 Raja-raja 17). Janda ini adalah satu-satunya janda di Israel yang bertahan hidup di tengah kelaparan yang hebat yang melanda seluruh negeri (Lukas 4:25-26).

Kapan kita memberikan persembahan buah sulung?

Ada yang beranggapan buah sulung hanya diberikan satu kali saat kita mendapat penghasilan pertama saat memulai usaha atau pekerjaan yang baru. Namun dalam Nehemia 10:35 dikatakan :

“Lagipula setiap tahun kami akan membawa ke rumah TUHAN hasil yang pertama dari tanah kami dan buah sulung segala pohon.”

Persembahan buah sulung kita bawa SETIAP TAHUN. Dengan demikian buat kita sekarang ini, buah sulung adalah seluruh penghasilan kita yang pertama setiap tahunnya, dengan kata lain buah sulung adalah seluruh penghasilan pertama di bulan Januari yang akan kita persembahkan di bulan Februari setap tahunnya.

Tips-Tips Praktis untuk dapat mempraktekkan memberi persembahan buah sulung :

  1. Bulatkan tekad untuk taat melakukan perintah TUHAN memberikan persembahan buah sulung.
  2. Setiap akhir tahun biasanya kita yang bekerja menerima bonus, THR Natal atau gaji ke-13, jangan dihabiskan! tapi sisihkan untuk memenuhi keperluan/kebutuhan kita di bulan Januari. Sehingga seluruh penghasilan di bulan Januari dapat kita simpan untuk dipersembahkan sebagai buah sulung.
  3. Jauhkan keraguan dan lawan setiap ‘godaan’ yang mencoba menggagalkan kita untuk memberikan buah sulung.
  4. Lakukan dengan seganap hati, percaya akan janji penyertaan TUHAN serta ucapan syukur. DIA akan memelihara, memberkati, menumbuhkan, menambahkan dan memperluas sampai ke kapasitas yang sangat besar, karena Dia adalah Allah yang memberi pertambahan (Mazmur 115:14).

Refleksi / Perenungan :

Banyak pandangan yang beredar di dunia maya (internet) berkaitan dengan pengajaran mengenai persembahan buah sulung. Ada yang pro (mengajarkan untuk mempersembahkan buah sulung), tapi ada juga yang kontra (mengajarkan bahwa buah sulung hanya berlaku bagi orang Israel pada masa hukum Taurat) yang menampilkan begitu detail kupasan Alkitab dalam terjemahan bahasa asli (Ibrani) dari Kitab Keluaran, Uniknya tidak satupun dari kupasan yang kontra terhadap persembahan buah sulung mengupas secara rinci ayat Amsal 3:9-10 yang kita baca diawal tulisan ini. Mengapa demikian? Apakah mereka sungguh ingin memberikan pengajaran yang benar kepada jemaat TUHAN atau sekedar mencari pembenaran diri sendiri karena tidak memberikan persembahan sulung?

Disadari atau tidak, salah satu sifat manusia adalah memilah-milah tugas atau perintah. Jika perintah yang diberikan enak menurut daging, maka akan dilakukan, tapi jika tidak mengenakkan menurut daging maka manusia akan berupaya mencari-cari alasan serta dukungan (pembenaran) untuk tidak melakukannya. Marilah kita taat sekalipun tidak terlalu mengerti. Percayalah ketaatan membuka pintu berkat dalam hidup kita.

Amin