Mar'16 mg-1 PENYERTAAN TUHAN DI TAHUN PEMBEBASAN SEUTUHNYAPENGAJAR SESAT = LALANG DIANTARA GANDUM!

PENGAJAR SESAT = LALANG DIANTARA GANDUM!

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."

(Matius 13:24-30)

 

Dalam Pastor Message bulan Februari 2016 yang lalu, Gembala Pembina kita menyampaikan bahwa hari-hari ini banyak muncul pengajaran tentang keselamatan yang justru membahayakan bagi keselamatan itu sendiri. Artinya pengajaran tentang keselamatan yang diajarkan mereka justru dapat mengakibatkan seorang percaya justru kehilangan keselamatan alias masuk neraka!

Hari ini kita akan merenungkan dan mempelajari salah satu perumpamaan tentang Hal kerajaan Sorga yang TUHAN YESUS ajarkan, yaitu perumpamaan tentang lalang diantara gandum (Matius 13:24-30 ; 36-43). Ada beberapa hal penting yang perlu kita sadari dan perhatikan :

1. Di Ladang Tempat Penabur Menabur Benih Yang Baik, Musuh Menaburkan Benih Lalang.

TUHAN YESUS menjelaskan kepada murid-murid-Nya bahwa ladang itu adalah dunia, benih yang baik (gandum) adalah anak-anak Kerajaan sedangkan lalang adalah anak-anak si jahat (iblis). Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan (Gandum Mas, 2002, hal.1530) memberikan catatan bahwa Injil dan orang percaya sejati akan ditanam diseluruh dunia, namun demikian iblis juga menanam para pengikutnya diantara umat TUHAN dengan tugas utama adalah melemahkan kekuasaan Firman ALLAH serta memajukan ketidakbenaran dan ajaran yang palsu. Beberapa waktu kemudian KRISTUS berbicara tentang suatu usaha besar untuk menyesatkan umat-Nya yang dilakukan oleh orang-orang yang mengaku Kristen namun yang sesungguhnya ialah guru-guru palsu / para pengajar sesat.

2. Lalang DIBIARKAN Tumbuh Bersama dengan Gandum Sampai Waktu Menuai.

Para pengajar sesat yang dengan gencar mengajarkan doktrin yang mereka pahami dengan beranggapan bahwa ajaran mereka adalah ‘pure gospel’ atau ‘Injil yang murni’ mungkin menganggap apa yang mereka ajarkan itu adalah kebenaran, alasan mereka sebab adalah karena TUHAN tidak mencegah atau menghalangi mereka untuk memberitakannya. Yang patut kita sadari adalah bahwa Pembiaran belum tentu pembenaran. Artinya, kalau sesuatu dibiarkan oleh TUHAN bukan berarti TUHAN membenarkan sesuatu tesebut. TUHAN YESUS menjelaskan bahwa para pengikut iblis yang mengajarkan pengajaran sesat untuk melemahkan Firman ALLAH akan dibiarkan TUHAN sampai waktu menuai. Waktu menuai adalah akhir zaman (Matius 13:39).

Para pengajar sesat serta mereka yang dipengaruhi oleh ajaran sesat tersebut akan tetap ada diantara umat TUHAN sampai pada akhir zaman tiba, namun kita terus berdoa agar jangan sampai lebih banyak lagi yang disesatkan dan mereka yang telah disesatkan dapat kembali melihat kebenaran Firman TUHAN dan bertobat.

3. Lalang Akan Diikat kemudian Dibakar.

Pada waktu menuai, yakni akhir zaman, lalang akan diikat kemudian dicampakkan ke dalam dapur api (Matius 13:42). Mereka akan disiksa dengan api dan mengalami penderitaan yang hebat (Wahyu 14:9-11 ; 20:10). Orang fasik tidak akan dimusnahkan, tetapi mereka akan dicampakkan ke dalam “dapur api” (NERAKA) di dalam kekekalan.

Injil yang murni adalah injil yang utuh artinya yang mengajarkan secara lengkap apa yang tertulis di Alkitab. Bukan hanya sebagian saja atau pokok-pokok tertentu saja (misal : Kasih Karunia). Ingatlah : “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” (2 Tim 4:3-4).

(Motivasi anggota COOL untuk mengikuti kelas KOM dan waspada terhadap pengajar sesat yang berusaha menyesatkan)