Mar'16 mg-3 Love of Christ for us

"Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa." - Roma 5:8

Dari semua khotbah dan pengajaran yang ada di dalam dunia kekristenan, tidak ada yang lebih penting dan sakral daripada Pemberitaan Salib Kristus (Message of the Cross). Penyaliban Kristus adalah bukti gamblang kasih Allah kepada manusia; Dia yang tidak ada salah rela mati untuk menanggung hukuman karena dosa-dosa manusia. Sebenarnya apakah yang Kristus lakukan, apakah makna dari penyaliban Kristus?

1. Kita yang tidak benar, dibenarkan oleh karena Salib Kristus.

1 Korintus 1:30  "Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita."  Tidak ada satupun orang yang dapat meng-klaim bahwa dirinya adalah orang benar di hadapan Allah. Kita mungkin sering memdengar banyak orang meng-klaim sebagai orang baik, tetapi tidak yang berani mengatakan dirinya benar di hadapan Allah.  Semua orang sudah kehilangan kemuliaan Allah karena melakukan pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa di hadapan Allah.  Alkitab menyatakan dengan jelas hal tersebut (Roma 6:23) dan seharusnya kita semua binasa karena dosa kita, tetapi hal itu bisa tidak terjadi semata-mata kasih karunia Allah.  Yesus Kristus, yang adalah Allah sendiri datang menjadi manusia, mati kayu salib menggantikan hukuman yang seharusnya kita tanggung karena dosa-dosa kita.  Kita dijadikan benar, bukan karena perbuatan kita, tetapi karena Kristus-lah yang terlebih dahulu menganugrahkan keselamatan sehingga kita kini dalam posisi sebagai orang benar (Efesus 2:8-9) yang harus tetap berjalan dalam kebenaran.

2. Kita yang menjalani hidup yang rusak, diperbaharui oleh karena Salib Kristus.

1 Petrus 2:24 "Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh." Tidak ada hidup atau perbuatan yang demikian buruk yang tidak dapat diperbaharui oleh Salib Kristus. Tidak ada! TUHAN begitu mengasihi kita, sampai Ia memberikan diri-Nya bukan hanya mati di kayu salib, tetapi juga menanggung penyiksaan-penyiksaan dan penderitaan-penderitaan sebelum akhirnya mati di kayu salib.  Untuk setiap penderitaan fisik yang Ia tanggung, Ia sedang menebus perbuatan buruk tubuh kita.  Untuk setiap sakit hati, pergumulan, penolakan dan pengkhianatan yang Ia terima, Ia sedang menanggung keadan hati dan permasalah hidup kita.  Untuk momen Ia sempat terpisahkan dari sorga, Ia sedang menanggung pemberontakan kita kepada Allah.  TUHAN Yesus Kristus melakukan itu semua untuk kita, sehingga kita bisa mendapatkan pembaharuan hidup sekalipun masa lalu kita atau perbuatan kita buruk sekalipun.  Mengapa TUHAN Yesus melakukan hal itu? Cuma satu alasan: karena Ia mengasihi kita; Ia begitu mencintai kita.  Tidak ada orang atau ilah yang melakukan hal sedemikian bagi kita. God loves you SO MUCH! (Yohanes 3:16).

3. Kita tidak memiliki pengharapan, kini memiliki pengharapan karena Salib Kristus

1 Petrus 1:3 "Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan". Selalu ada pengharapan di dalam Kristus! Selalu! Entahkah itu pengharapan akan hari-hari ke depan di atas muka bumi, atau pengharapan akan kesempurnaan pada kekekalan bersama Kristus kelak, oleh karens Salib Kristus kita memiliki pengharapan. Alkitab jelas menulis bahwa kalau Kristus saja dianugrahkan kepada kita untuk menderita dan mati dengan cara demikian mengerikan, masakan hal-hal lain yang kurang daripada itu tidak Allah anugrahkan juga kepada kita? Hari depan yang lebih baik adalah janji yang TUHAN berikan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya, dan Ia buktikan bahwa Ia adalah pribadi yang setia pada janji-Nya melalui kayu salib.

Diakhir Salib Kristus dan kematian-Nya, Dia bangkit dari kematian dan mengalahkan maut.  Kita yang percaya kepada-Nya juga mengalami kuasa kebangkitan-Nya; kita tidak takut menghadapi badai hidup, kita tidak putus asa, kita tidak khawatir akan masa depan karena kasih TUHAN Yesus yang luar biasa ada pada kita. Amin!