Mei'16 mg-1 MENGENAL TUHAN DENGAN BENAR

Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamupun akan dipotong juga. (Roma 11:22)

Sebagai orang percaya kita tentunya memiliki tanggung jawab untuk memberitahu baik kepada orang percaya lain maupun orang yang belum percaya seluruh kebenaran tentang TUHAN. Sebab para pengajar hyper-grace hanya menggambarkan satu sisi saja tentang TUHAN, walaupun apa yang mereka gambarkan itu mulia, indah dan benar-benar penting, namun demikian masih ada sisi lain selain daripada yang mereka ajarkan atau khotbahkan. Mereka mengajarkan bahwa TUHAN selalu dalam mood yang baik, artinya Ia dalam keadaan yang selalu bahagia, tertawa dan senang, tidak pernah marah atau murka, Ia tidak pernah berduka atau menderita, sebab dengan mengajarkan sisi buruk dari TUHAN menghancurkan hidup banyak orang percaya, karena mereka hidup dibawah penghukuman dan ketakutan. Ini sangat tidak sesuai dengan Alkitab! Kalau kita belajar Alkitab dengan benar, kita akan mendapati:

1. TUHAN turut merasakan Penderitaan Umat-NYA.

“Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” (Ibrani 4:15).

Apakah Ia ada dalam mood yang baik ketika anak-anak-Nya menderita? Apakah Ia ada dalam mood yang baik ketika Ia mendengarkan tangisan bayi-bayi dan anak-anak yang menderita di seluruh dunia? TUHAN kita sungguh-sungguh tersentuh oleh penderitaan yang dialami umat-Nya, karena Ia sungguh baik dan penuh belas kasihan dan peduli dan kasih.

2. TUHAN mencela Perbuatan Umat-NYA yang Kompromi terhadap Dosa.

“Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama. Tetapi Aku mencela engkau…” (Wahyu 2:19-20)

Tentunya TUHAN tidak tertawa ketika tahu umat-Nya kompromi terhadap dosa dan membiarkan diri mereka disesatkan. TUHAN memberikan ‘hukuman’ kepada mereka yang berbuat dosa dan tidak mau bertobat (Wahyu 2:20-23).

3. TUHAN murka atas Dosa Umat-NYA.

  • Wahyu 6:15-17 “…,terhadap murka Anak Domba itu.”
  • Rom 1:18 “Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.”
  • Efesus 5:6  “Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.”

(Mari kita hidup benar dan berkenan di hadapan-Nya, sambil menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali)