Mei'16 mg-2 DIA API YANG MENGHANGUSKAN, TETAPI DIA JUGA YANG MENYELAMATKAN KITA

Ibrani 12:25-29

"Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut." ~ Ibrani 12:28

Ada dua pendapat mengenai bagaimana pada akhirnya kehidupan manusia di masa mendatang.  Pendapat pertama berkata bahwa manusia pada akhirnya akan memperbaiki dirinya sedemikian rupa sehingga bumi menjadi "surga" bagi seluruh manusia.  Ini pandangan yang sering disebut "utopia".  Pandangan dan optimisme yang baik, namun kenyataan menunjukkan hal yang berbeda.  Kehidupan manusia justru secara ahlak justru menjadi semakin buruk.  Atas dasar toleransi dan kompromi, banyak nilai-nilai moral yang kini justru dikesampingkan.  Hal-hal seperti kesopanan, kesantunan kini tidak lagi menjadi hal yang menarik bagi generasi muda.  Kekudusan pernikahan kini digoncang dengan banyaknya perselingkuhan dan pandangan LGBT.  Kehidupan yang sakral sekarang menjadi hal yang biasa saja; pembegalan, pembunuhan dan aborsi semakin meningkat.  Itulah sebabnya kita menantikan kedatangan TUHAN Yesus yang kedua kali.

Mengenai kedatangan TUHAN Yesus yang kedua kali, perlu kita pahami dengan baik.  Kedatangan-Nya terdiri atas beberapa tahapan.  Tahap pertama adalah kedatangan-Nya untuk menjemput anak-anak-Nya melalui pengangkatan (rapture).  Ada pertemuan di udara, di awan-awan antara Dia dengan mereka yang dikenan-Nya.  Anak-anak TUHAN ini akan mendapatkan upah yang diberikan melalui Kursi Pengadilan Kristus dan menikmati Perjamuan Kawin Anak Domba.  Apa yang terjadi di bumi setelah Rapture?  Bumi masuk masa pemerintahan Anti-Kristus.  Setelah berakhirnya masa Anti-Kristus, maka TUHAN Yesus akan kembali turun ke bumi bersama semua orang kudus-Nya, mengalahkan Anti-Kristus dan iblis, lalu mendirikan Kerajaan Damai 1000 tahun di atas dunia dengan Yerusalem sebagai ibukota.  Haleluya!  Saat kita berkata "kedatangan TUHAN yang kedua kali", kita sedang membicarakan rangkaian tersebut diatas.

Ada 3 (tiga) hal yang perlu diperhatikan sebelum Ia datang yang kedua kali, menurut Ibrani 12:25-29, yaitu:

1.  Jangan kita menolak apa yang TUHAN sampaikan (ay.25)

TUHAN menyampaikan banyak hal kepada kita; pengajaran melalui Firman TUHAN, khotbah dan perwahyuan yang disampaikan-Nya melalui para hamba-hamba-Nya.  Hari-hari ini hendaklah kita semakin peka secara roh agar kita mengerti apa yang TUHAN sampaikan kepada kita.  Semakin dekat waktu kedatangan-Nya, semakin Ia memperingati kita lebih lagi agar berjalan dan melakukan apa yang Ia kehendaki.  Itulah sebabnya, kepada jemaat-jemaat di kitab Wahyu, yang adalah gambaran jemaat-jemaat akhir zaman, berulang kali TUHAN Yesus mengingatkan agar jemaat mendengarkan apa yang dikatakan ROH KUDUS kepada mereka.

2. Ia akan menggoncang dunia untuk menunjukkan pada dunia apa yang tidak tergoncangkan, yaitu Kerajaan-Nya (ay.26-27)

Kegoncangan yang dihadapi dunia hari-hari ini adalah bentuk peringatan dari TUHAN agar manusia tidak menggantungkan hidup kepada hal-hal yang fana/sementara ataupun kekuatan sendiri, namun berpegang dan hidup dalam Kerajaan-Nya yang tidak tergoncangkan.  Mengenai Kerajaan-Nya, Alkitab berkata dalam Roma 14:17, "Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus." Hari-hari ini manusia bekerja, berusaha dan beraktifitas untuk mencukupi makan dan minuman.  Tidak ada yang salah dengan hal itu, tetapi menjadi salah kalau hanya itu fokusnya dan dilakukan dengan kekuatan sendiri karena jika itu yang dilakukan maka kehidupan kita menjadi sangat rentan.  TUHAN mengingatkan bahwa yang tidak tergoncangkan justru adalah kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh ROH KUDUS.  Itulah Kerajaan yang tidak tergoncangkan!  [Sudahkah kita memiliki kebenaran, damai sejahtera dan sukacita dari ROH KUDUS dalam kehidupan kita setiap hari?  Hanya Dia yang sanggup memberikan semua itu pada kita.]

3.  Kita patut beribadah dan mengucap syukur atas apa yang Ia beri dan lakukan pada kita (ay.28-29)

Kita yang berjalan di dalam ROH dan menerima Hadirat-Nya, Pengurapan-Nya, Kerajaan-Nya, maka kita patut untuk beribadah dan mengucap kepada-Nya.  Kita lakukan ibadah dan pengucapan syukur ini dengan cara yang Ia kenan (dengan kata lain, yang Ia sukai).  Doa-pujian-penyembahan adalah cara yang Allah kehendaki kita lakukan sebagai ibadah dan ucapan syukur kita.  Melakukan kebenaran Firman TUHAN (perhatikan kembali ayat 25) juga adalah ibadah dan ucapan syukur kita.  Seluruh keberadaan hidup ini kita persembahankan kepada TUHAN untuk melakukan apa yang Ia kehendaki.  Ini juga yang dimaksud di dalam Roma 12:1, "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."

Saudara, jangan kita lupa bahwa Allah adalah api yang menghanguskan.  Kita tidak ada apa-apanya dibanding diri-Nya.  Tetapi TUHAN yang kita sembah dalam nama Yesus Kristus, adalah juga TUHAN yang mengasihi kita.  Lebih dari semua berkat, perlindungan, penyertaan dan pembelaan-Nya, Ia bahkan sampai memberikan nyawa-Nya untuk menebus kita dari dosa-dosa kita.  Bayangkan dan pikirkanlah sejenak: Raja diatas segala raja, TUHAN semesta alam melakukan tindakan kasih sedemikian kepada kita yang tidak layak ini?  Sudah sepantasnya Ia menerima segala pujian, hormat dan sembah kita. Dialah sumber kekuatan dan sukacita kita, Ia layak menerima ibadah dan ucapan syukur kita sesuai yang Ia kehendaki. Haleluya!

 

My heart longs to worship You

My soul longs to see You Jesus

You alone are the King of my life

You're The Most High, My God

My heart longs to serve You Lord

My desire longs to please You Jesus

You alone are my hope and my strength

You're The Most High, My God

 

I worship You, Jesus, I worship You

With all of my heart, and all of my soul

I love You, I love to worship You