Okt'17 mg-5 IMAN YANG SEJATI

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Tetapi tanpa iman tidak mungkin berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang sungguh-sungguh mencari Dia.” Ibrani 11:1,6

Definisi dari Iman dalam Alkitab dijelaskan dengan baik dalam Ibrani 11. Pasal ini memberikan kesaksian bagaimana para tokoh-tokoh Alkitab menjalani hidup mereka dengan iman.  Pasal yang sama juga menegaskan bahwa tanpa iman, seseorang tidak mungkin berkenan kepada Allah. Jadi iman demikian penting. Pertanyaannya adalah: seperti apakah iman yang sesuai dengan Alkitab? Dan apakah ada iman yang tidak sesuai dengan Alkitab?

Iman yang Alkitabiah adalah percaya sepenuhnya dan bergantung kepada Tuhan yang ditandai ketaatan kepada firman-Nya. Kehidupan kekristenan tidak mengandalkan logika atau kekuatan manusia, namun bersandar penuh pada perintah, kehendak dan kekuatan TUHAN. (Kisah Para Rasul 16:31)

Iman itu tidak muncul dari diri manusia, tetapi dianugerahkan oleh TUHAN kepada kita, namun tetap membutuhkan respon dari kita. (Efesus 2:8-9)

Jadi jelaslah bahwa iman yang Alkitabiah adalah kepercayaan penuh dan ketaatan mutlak yang kita letakkan kepada Kristus yang sanggup menyelamatkan, menjaga, memelihara, membela, menguduskan, mengubahkan kehidupan kita. Agar hal ini berjalan dengan baik, maka dibutuhkan pemahaman yang baik akan karakter Allah, perintah dan janji-Nya yang telah dinyatakan melalui pribadi Kristus Yesus. Pernyataan mengenai Kristus Yesus dapat kita temukan melalui Firman-Nya yang tertulis dalam Alkitab.

Jemaat Pergamus dalam Wahyu 2:12-17 adalah contoh buruk dari sebuah Gereja yang menjalani iman yang tidak Alkitabiah. Di ayat 13 memang dikatakan bahwa jemaat tidak menyangkal nama Kristus ketika diperhadapkan pada penganiayaan, bahkan sampai ada yang mati martir karena menolak untuk menyangkal Yesus. Namun ternyata beberapa diantara jemaat ada yang iman-nya tidak Alkitabiah dan nampaknya Gereja tidak menegur mereka akan hal ini.

Beberapa Contoh Iman Yang Tidak Alkitabiah:

• Sekalipun Tidak Menyangkali TUHAN, tetapi Mereka Menjalani Hidup Tidak Sesuai dengan Firman-Nya yang Melarang Perzinahan (Wahyu 2:14).

Ini dikenal sebagai pengajaran Bileam. Orang-orang Israel yang berzinah dengan para perempuan Moab merasa tidak berbuat dosa karena mereka merasa bahwa mereka adalah “bangsa pilihan” dan sudah dibebaskan dari perbudakan, sehingga mereka dengan bebas berbuat seenaknya. Mereka melanggar ketetapan TUHAN tentang perzinahan. Mereka salah dalam memahami TUHAN yang menginginkan agar kita hidup dalam kekudusan. (Keluaran 20:14)

Firman TUHAN dalam Galatia 5:13 jelas berkata: “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka.  Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”

• Sekalipun Tidak Menyangkali TUHAN, tetapi Mereka Juga Melakukan Penyembahan Berhala (Wahyu 2:6,14).

Ini dikenal dengan pengajaran Nikolaus sebagaimana juga diungkapkan dalam 1 Korintus 8:7-13, 10:19-21. Singkatnya pengajaran ini berkata bahwa orang Kristen boleh saja tetap menyembah berhala dan melakukan semua ritual berhala selama mereka tetap menyembah Kristus. Itu jelas-jelas melawan kehendak TUHAN (band. Keluaran 20:1-5; Matius 4:10, 6:24 dan Kisah Para Rasul 4:12).  Perhatikanlah peringatan yang keras dalam 1 Korintus 10:21-22“Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat. Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?”

Iman yang Alkitabiah bukan hanya percaya kepada Kristus TUHAN, tetapi melandaskan kepercayaan itu kepada pemahaman siapa Dia: karakter, kuasa dan kemampuan-Nya sesuai dengan apa yang telah Ia ungkapkan di dalam Alkitab. Iman kita bukanlah iman yang buta, tetapi berdasarkan kebenaran Firman TUHAN. Iman yang Alkitabiah bukanlah disandarkan kepada pemikiran kita tentang TUHAN, tetapi disandarkan kepada kenyataan dan kebenaran yang TUHAN ungkapkan mengenai diri-Nya. Iman yang Alkitabiah berarti percaya bahwa ketika kita melakukan segala pengajaran-Nya dan perintah-perintah-Nya maka janji-janji-Nya akan Ia penuhi dengan cara yang ajaib bagi kita. Amin. (CS)

QUOTE:

Iman yang Sejati menyandarkan hidup, percaya penuh kepada Kristus, yaitu kepada karakter-Nya, janji-Nya, kuasa-Nya dan kemampuan-Nya serta melakukan segala yang Ia perintahkan dalam Alkitab.