JUN'15 - “PENUH ROH KUDUS DAN BERBAHASA ROH!”

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan,

Pada tgl 14 Mei yang lalu kita memperingati kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, dan pada hari Minggu tgl 24 Mei yang lalu kita memperingati Hari Pentakosta, yaitu hari pencurahan Roh Kudus untuk yang pertama kali. Pada waktu itu saya ada di Yerusalem untuk mengikuti konferensi Empowered 21 Global, forum yang pernah 2 kali diadakan untuk wilayah Asia di SICC. Ini suatu perhelatan yang luar biasa dan sepanjang sejarah, belum pernah ada di Yerusalem sebanyak ini orang-orang Kristen yang berkumpul. Pesan-pesan Tuhan disampaikan, dan saya mewakili Asia untuk berbicara di sana. Pesan Tuhan tentang Pentakosta yang ketiga saya sampaikan di sana.

Tuhan Yesus mati karena dosa-dosa kita; Dia dikuburkan tetapi pada hari yang ketiga Dia bangkit dari kematian. Setelah itu selama 40 hari berulang-ulang Tuhan Yesus menyatakan diri kepada murid-murid-Nya. Lebih dari 500 orang murid yang Dia kunjungi untuk membuktikan bahwa Dia hidup. Dan hal yang kedua, Dia menghibur serta memulihkan murid-murid-Nya yang goncang dan frustrasi gara-gara kematian-Nya. Saudara yang dikasihi Tuhan, itulah Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sangat mengasihi murid-murid-Nya, Dia sangat mengasihi Saudara. Kalau ada di antara Saudara yang hari-hari ini merasa tergoncang, mungkin Saudara mengalami frustrasi, Saudara tinggal angkat tangan kepada Tuhan Yesus dan katakan, “Tuhan Yesus, tolong saya, tolong saya!”. Saya mau beritahu Saudara bahwa Tuhan Yesus pasti akan datang mengunjungi Saudara. Itulah yang dilakukan Tuhan Yesus selama 40 hari.

Setelah berulang-ulang menyatakan diri kepada murid-murid-Nya, Tuhan Yesus naik ke sorga dengan disaksikan murid-murid-Nya pula. Dan ini pesan Tuhan Yesus sebelum Dia naik ke sorga, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8)

Kalau Saudara adalah murid berarti ini pesan buat kita semua. Amin! Tuhan mau kita menjadi saksi-Nya di Yerusalem, di seluruh Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi.

•  Yerusalem bisa diartikan di antara keluarga

•  Yudea bisa diartikan di antara orang-orang seiman

•  Samaria bisa diartikan di antara orang-orang yang bukan seiman, dan

•  Sampai ke ujung bumi.

Tuhan akan memberikan kepada kita KUASA supaya kita menjadi saksi Yesus yang luar biasa. Itulah pesan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya. Setelah itu dengan disaksikan murid-murid-Nya Tuhan Yesus mulai naik ke sorga. Perlahan tapi pasti Tuhan Yesus mulai terangkat. Kemudian mungkin ada awan dan Tuhan Yesus sebentar tertutup awan lalu muncul lagi. Tuhan Yesus semakin kecil, semakin kecil dan akhirnya hilang dari pandangan mata. Mereka dengan terheran-heran menatap ke langit. Tiba-tiba ada 2 orang yang berpakaian putih yaitu malaikat Tuhan yang berkata, ‘Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri menatap ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kisah Para Rasul 2:10-11). Dari ayat ini saya sangat percaya, kalau yang melihat Tuhan Yesus naik ke sorga itu adalah murid-murid-Nya, maka yang akan melihat Dia turun dari sorga juga adalah murid-murid-Nya, yaitu Saudara semua.

Tuhan Yesus akan segera datang untuk yang kali yang kedua. Jadi kedatangan Tuhan Yesus yang kedua dibagi menjadi 2 tahap. Yang pertama Tuhan Yesus datang di awan-awan dan Dia mengangkat gereja-Nya. Saudara dan saya yang sungguh-sungguh kepada-Nya akan diangkat dan kita akan bertemu dengan Tuhan Yesus dan selama-lamanya kita akan bersama-sama dengan Dia. Kita dibawa masuk sorga! Dan setelah itu, setelah 7 tahun menurut perhitungan yang kita yakini, Tuhan Yesus akan turun menjejakkan kaki di bumi ini dan bersama-sama kita, orang-orang kudusnya juga akan turun. Kita akan bersama-sama memerintah di bumi ini selama 1000 tahun. Yang sedang kita tunggu-tunggu hari-hari ini adalah pengangkatan (rapture). Saya berdoa supaya setiap Saudara akan diangkat. Saya percaya pada waktu itu kita akan mendengar nama kita dipanggil. Amin!

Saya ajak Saudara untuk merenungkan sebentar; apa yang terjadi waktu kita bertemu dengan Tuhan Yesus. Saat itu segala penyakit, kesedihan, frustrasi dan apa saja yang kita alami hari-hari ini akan hilang lenyap, tidak ada lagi! Kita akan merasakan sukacita dan saya tidak bisa membayangkan bagaimana indahnya. Itulah yang Tuhan janjikan! Oleh sebab itu Saudara harus jadi murid, kalau Saudara jadi murid maka Saudara akan menjadi saksi Yesus. Kalau Saudara adalah murid, Saudara akan hidup sama seperti Kristus telah hidup. Mungkin ada di antara Saudara yang belum melakukannya, tetapi biarlah mulai sekarang Saudara mau hidup sungguh-sungguh dan berjanji, “Tuhan, saya mau menjadi murid Tuhan. Saya mau hidup sama seperti Engkau telah hidup.” Dan saya percaya begitu Saudara berkata seperti itu dan berjanji saat ini maka Tuhan Yesus akan tersenyum kepada Saudara. Dan hari yang indah itu akan kita tunggu itu tidak akan lama lagi.

Setelah Tuhan Yesus naik ke sorga, murid-murid-Nya ke Yerusalem. Mereka berkumpul di kamar loteng (upper room) yang mana setiap kali saya ke Yerusalem saya pasti akan kesana. Saya merasakan hadirat Tuhan yang luar biasa di sana, yaitu di tempat pertama kalinya Roh Kudus dicurahkan. Sekitar 120 murid berkumpul di sana, padahal Tuhan Yesus mengunjungi lebih dari 500 murid-murid-Nya. Tuhan Yesus pada waktu itu sudah berkata kepada lebih dari 500 murid-murid-Nya, “Kamu jangan meninggalkan Yerusalem sebelum kamu diperlengkapi kuasa dari tempat tinggi!”, tetapi yang meresponi hanya sekitar 120 murid, berarti kurang dari 25%. Saya berdoa yang kurang dari 25% itu adalah Saudara. Amin!

Apa yang 120 murid itu lakukan? Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, mereka sedang menunggu janji Tuhan yaitu kuasa atau Roh Kudus yang akan dicurahkan. Sepuluh  hari setelah itu, pada Hari Raya Pentakosta (hari raya orang Yahudi), tiba-tiba terdengarlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras. Mereka tambah sungguh-sungguh berdoa dan apa yang terjadi setelah itu? Tiba-tiba tampaklah lidah-lidah seperti nyala api bertebaran dan hinggap kepada mereka masing-masing dan mereka penuh dengan Roh Kudus. Mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh Kudus itu untuk mengatakannya. Itu adalah bahasa roh! Pada waktu itu berkumpul di sana orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Mereka mempunyai bahasa masing-masing dari tempat asalnya meskipun mereka semua juga bisa berbahasa Ibrani. Dan ketika murid-murid Tuhan Yesus dipenuhi oleh Roh Kudus dengan tanda awal berbahasa roh, mereka mendengar bahwa murid-murid itu berbicara dalam bahasa asal mereka! Mereka kaget, “Loh mereka kan orang-orang Galilea? Bagaimana mungkin mereka berbicara dengan bahasa asal kita?” Tetapi yang saya percaya mereka itu berbahasa roh!

Beberapa waktu yang lalu ketika saya KKR di Amerika, Pak Welyar yang memimpin pujian. Selesai memimpin pujian dia turun lalu didatangi seorang wanita yang bertanya, “Dari Indonesia? Anda bisa berbahasa Spanyol?”. Pak Welyar menjawab, “Tidak, saya tidak bisa berbahasa Spanyol.” Ibu itu heran dan berkata, “Tadi Anda berkata, “I worship You, I adore You” dalam bahasa Spanyol!”. Pak Welyar cuma berkata, “Tidak, saya tadi berbahasa roh!”. Jadi saya percaya apa yang dialami oleh Welyar itulah yang dialami 2000 tahun yang lalu. Saudara yang dikasihi Tuhan, Tuhan mau supaya Saudara menjadi saksi-Nya di Yerusalem (di antara keluarga), di Yudea (di antara orang-orang seiman), di Samaria (di antara orang-orang bukan seiman) dan sampai ke ujung bumi. Untuk itu Saudara harus diperlengkapi dengan kuasa dari tempat yang maha tinggi, yaitu KUASA ROH KUDUS yang akan memenuhi kita dan tanda awalnya berbahasa roh!

Saya selalu berdoa supaya Saudara semua bisa berbahasa roh. Kalau masih ada yang ragu-ragu atau punya pengalaman seperti saya dulu yang mana dulu saya orang yang paling menentang bahasa roh. Saya ingat orang tua saya sudah berbahasa roh, mereka bangun jam 4 pagi dan di dekat kamar saya mereka berdoa dengan keras dalam bahasa roh. Waktu itu saya paling terganggu, lalu saya mengambil bantal untuk menutup telinga saya sambil ngomel, “Apaan ini?”. Itu dulu saya seperti itu. Tetapi kemudian saya berubah karena diberi pengalaman yang luar biasa oleh Tuhan. Mungkin di antara Saudara ada yang punya pengalaman seperti saya hari-hari ini, tetapi saya berdoa buat Saudara agar diberi kerinduan dan Saudara akan mengalami pengalaman ini.

KEUNTUNGAN DALAM BERBAHASA ROH

Ada beberapa keuntungan kalau kita berbahasa roh, yaitu:

1. Kita Akan Lebih Berani Bersaksi Tentang Yesus

1 Yohanes 4:4b, “Sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.”

 

2. Kita Membangun Kerohanian Kita

1 Korintus 14:4a, “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri.”

 

3. Kita Akan Lebih Merasakan Hadirat-Nya

Kalau Saudara berbahasa roh akan berbeda dengan tanpa berbahasa roh karena saya sudah mengalaminya.

 

4.  Kita Akan Merasakan Damai Sejahtera dan Sukacita yang Besar

Damai sejahtera dan sukacita adalah karakter Allah, jadi ketika kita berdoa dengan bahasa roh artinya hidup kita ada dalam kontrol dan kendali Roh Kudus, maka yang menguasai hidup kita bukan persoalan dan masalah yang ada melainkan damai sejahtera, ketenangan dan sukacita menjadi milik kita.

 

5.  Kita Akan Berdoa Lebih Lama

Kalau Saudara berdoa dengan bahasa yang dimengerti, misalnya bahasa Indonesia, Jawa, Betawi,

Mandarin, Inggris, Belanda, dsb itu semua terbatas. Setelah berdoa 10 menit, mungkin sudah agak susah, meskipun ada orang yang bisa sampai setengah jam.  Tetapi kalau Saudara sudah kehabisan

kata-kata yang itu lalu tiba-tiba Saudara berbahasa roh, itu bisa berjam-jam.

 

6.  Roh Kita Yang Berdoa

1 Korintus 14:14-15, “Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.”

Kita ini terdiri dari roh, jiwa dan tubuh

•  Kalau kita berbahasa roh, roh kitalah yang berdoa, menyanyi dan memuji

•  Kebanyakan orang juga berdoa, menyanyi dan memuji Tuhan dengan bahasa yang ia mengerti;  itu dengan jiwanya

•  Ada juga dengan tubuhnya, yaitu dengan bertepuk-tangan, angkat tangan, lompat-lompat, dsb.

Namun dulu ketika saya melakukan itu langsung dikatakan, “Kamu sesat!”. Tetapi itu dulu, sekarang masih ada juga yang seperti itu hanya sudah tidak banyak. Dulu waktu awal-awalnya pelayanan saya seperti itu, tepuk tangan, angkat tangan, dsb itu hal yang tabu. Jadi kalau mau berdoa hanya dengan memakai bahasa yang kita mengerti saja lalu selesai. Tetapi bukankah kita terdiri dari roh, jiwa dan tubuh? Tuhan mau ketiganya ini berdoa, menyanyi dan memuji buat Dia. Tadi jelas bagaimana supaya roh kita bisa menyanyi dan memuji Tuhan, yaitu kalau kita menggunakan bahasa roh!

Pada waktu Saudara dipenuhi oleh Roh Kudus, Saudara akan berbahasa roh, namun seiring waktu berjalan, tidak selamanya atau otomatis Saudara akan terus penuh Roh Kudus. Mungkin awalnya penuh Roh Kudus, kemudian agak turun lalu naik lagi, turun kemudian naik lagi. Itu masih bagus sebab memang perjalanan hidup kita begitu. Tetapi jangan sampai naik lalu turun - turun - turun dan terus turun! Pada waktu keadaan Saudara sedang turun seperti itu, Saudara masih bisa berbahasa roh. Meskipun kondisinya tidak penuh Roh Kudus pun Saudara masih bisa berbahasa roh! Inilah yang banyak membuat batu sandungan sehingga yang di luar bisa berkata, “Ini orang Kristen apa? Bahasa roh, angkat tangan di gereja, teriak Haleluya paling keras, tapi begitu keluar dari gereja dan belum sampai rumah, perbuatannya tidak karu-karuan bahkan lebih daripada orang dunia!”. Inilah yang jadi batu sandungan!

Yang Tuhan maksudkan, kita adalah murid yang menjadi saksi Yesus di mana Saudara dalam kondisi penuh Roh Kudus dan berbahasa roh. Ini harus dijaga! Saya juga tidak terus dalam kondisi naik, kadang juga bisa turun tetapi saya terus koreksi diri dan berusaha mempertahankan agar penuh Roh Kudus. Kalau kita melakukan kesalahan, kita datang pada Tuhan dan minta ampun maka Tuhan akan ampuni Saudara serta mengembalikan Saudara dalam kondisi penuh Roh Kudus. Tetapi kalau Saudara berbuat dosa namun dibiarkan saja, lalu berbuat dosa lagi dan masih dibiarkan maka lama kelamaan Saudara sudah tidak mendengar suara Roh Kudus lagi. Bukan itu yang Tuhan maksudkan, yang Tuhan mau sebagai saksi Saudara penuh Roh Kudus disertai dengan bahasa roh dan Saudara akan dipakai oleh Tuhan. Haleluya!

7.  Kita Akan Masuk Dalam Perhentian atau Spiritual Refreshing

Kalau Saudara sedang dalam tekanan berat, orang yang biasa berbahasa roh pasti akan berbahasa roh. Kalau sudah 5 menit Saudara belum masuk spiritual refreshing, teruskan! Sebab kalau Saudara berhenti maka Saudara tidak akan bisa masuk. Teruskan saja dan nanti ada saatnya, Saudara yang mengalami tekanan tiba-tiba akan masuk masa perhentian atau spiritual refreshing bersama dengan Tuhan.

8.  Meningkatkan Imunitas Tubuh

Ada seorang ahli otak dari ORU (Oral Roberts University) yang bernama Dr. Clark Peterson, mendapatkan lewat riset dan testing bahwa orang yang berbahasa roh, otaknya melepaskan 2 bahan kimia. Ini mungkin yang disebut dengan hormon endorfin yang ditujukan ke sistem imunitas tubuh sehingga imunitasnya meningkat 35-40%. Yang menarik, pengeluaran bahan kimia ini dipicu oleh salah satu bagian otak kiri yang aktivitasnya tidak jelas. Bagian otak ini beraktivitas ketika kita berbahasa roh. Saya berdoa agar setiap Saudara dipenuhi dengan Roh Kudus dengan tanda awal berbahasa roh.

DAMPAK KEPENUHAN ROH KUDUS

1.  Bersaksi Dengan Efektif

Petrus berkhotbah  tidak lebih dari 4 menit, tetapi 3000 orang yang bertobat dan dibaptis. Apakah Saudara rindu ketika bersaksi tentang Tuhan Yesus kepada orang lain, mungkin itu suami atau istri Saudara, mungkin itu teman dekat Saudara yang selama ini susah untuk diinjili bahkan sudah puluhan tahun, tiba-tiba bertobat ketika Saudara bersaksi? Amin!

2.  Disertai Dengan Tanda-Tanda dan Mujizat

Para murid dipakai Tuhan dengan tanda-tanda, mujizat (signs and wonders) dan kesembuhan. Petrus dan Yohanes yang tadinya adalah orang biasa tiba-tiba dipakai Tuhan. Dan bukan hanya mereka, melainkan kita semua juga bisa dipakai. Seperti saya 9 tahun yang lalu hingga hari ini masih dipakai Tuhan dalam hal ini, Saudara pun juga bisa dipakai Tuhan. Jadi kalau Saudara atau ada anggota keluarga Saudara yang sakit, jangan bingung-bingung dan mencari orang lain termasuk cari pendeta. Tumpangkan tangan atas yang sakit sebab Saudara sudah diberi kuasa untuk itu! Dan memang kadang-kadang kita juga harus minta pertolongan orang lain, seperti saya yang mendoakan ribuan orang sakit tetapi kalau saya yang sakit, saya juga harus didoakan oleh orang lain. Supaya apa? Supaya tidak sombong! Sebab saya bukan manusia super! Yang super dan luar biasa itu adalah TUHAN YESUS!

3.  Cara Hidup Jemaat Berubah

a.  Mereka Bertekun dalam Pengajaran Rasul-rasul

Ini kalau sekarang artinya, mereka bertekun baca Alkitab dalam persekutuan. Sekarang ini di gereja kita terjadi satu fenomena yang luar biasa. Setelah dicanangkan baca Alkitab setiap hari, tiba-tiba terjadi satu kebangunan rohani membaca Alkitab. Ketika mendengar itu saya hanya bisa berkata, “Oh Tuhan, ini luar biasa!”. Ini seperti tahun 1907 di Pyong-Yang, Korea Utara. Itu pernah terjadi dan masuk sejarah dan terjadi kebangunan rohani. Ini akan terjadi dan Saudara akan melihatnya atau mungkin ada di antara Saudara yang termasuk di dalamnya.

b.  Mereka Selalu Berkumpul dalam Persekutuan

Mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Orang yang penuh Roh Kudus akan senang membaca Alkitab dan senang berdoa. Kalau Saudara tadinya senang berdoa dan membaca Alkitab lalu jadi tidak senang lagi, maka itu tandanya mulai tidak penuh Roh Kudus. Oleh sebab itu harus cari kembali dan jangan dibiarkan! Bukan karena sibuk sehingga itu dijadikan alasan, sebab orang yang tidak penuh Roh Kudus bukan karena sibuknya melainkan karena tidak ada kemauan lagi, tidak ada yang menggerakkannya.

c.  Mereka Selalu Bergembira

Orang yang penuh Roh Kudus itu selalu gembira, tulus hati dan suka memuji Tuhan.

•  Gembira, artinya mukanya seperti bulan dan bukan lonjong seperti papaya, katanya!

•  Tulus hati, artinya tidak punya hati yang culas terhadap orang lain. Misalnya, manis dibibir tetapi lain di hati dan lain juga perbuatannya. Tetapi orang yang penuh Roh Kudus, apa yang diucapkan, apa yang ada di hati dan apa yang dilakukan itu semua sama. Kalau sudah tidak sama berarti tidak penuh Roh Kudus. Saudara harus cari, meskipun Saudara masih berbahasa roh!

•  Senang memuji Allah, artinya senang mengucap syukur, “Tuhan, Engkau baik. Tidak ada yang seperti Engkau!”.

d.  Mereka Suka Memberi

Jemaat gereja mula-mula sedemikian suka memberi, sehingga tidak ada orang yang berkekurangan waktu itu. Saya tahu Saudara yang ada di sini suka memberi dan Saudara akan diberkati Tuhan.

e.  Mereka Disukai Semua Orang

Persekutuan jemaat begitu indahnya sehingga menarik hati banyak orang di sekitar mereka; dan tiap-tiap hari ditambahkan jiwa-jiwa yang bertobat.

DAMPAK YANG FENOMENAL DARI PENTAKOSTA

1. Pentakosta Pertama

Pentakosta yang pertama adalah 2000 tahun yang lalu di kamar loteng. Dalam tempo ±100 tahun, 70% dari dunia yang dikenal waktu itu menjadi Kristen. Ini dahsyat! Setelah itu memang gereja memasuki masa kegelapan selama 1000 tahun! Saya juga tidak tahu kalau ditanya mengapa Tuhan izinkan itu terjadi. Tetapi setelah itu mulai terjadi kebangkitan kembali.

2. Pentakosta Kedua

William Seymour yang dipakai oleh Tuhan, adalah seorang berkulit hitam. Ia mencatat sejarah besar melalui peristiwa di Azusa Street pada tahun 1906 Dan hari ini data kekristenan termasuk Khatolik di seluruh dunia ada sekitar 30%. Yang menarik 70% dari 30% tersebut dimenangkan mulai awal abad 20 yaitu tahun 1900-an. Dan dia bernubuat, “Tuhan berkata: Setelah 100 tahun, AKU akan mencurahkan Roh-Ku - ‘Shekinah Glory’ dengan porsi 2x lipat (double portion).” Sebetulnya double portion bukan hanya 2x lipat, tetapi bisa berlipat-lipat.

3. Pentakosta Ketiga

Pada Empowered 21 Asia tahun 2013 di Sentul, saya deklarasikan bahwa kita sedang menanti-nantikan Pentakosta yang ketiga! Setelah itu, setiap kali saya naik ke menara doa lantai 12 dan di akhir sebelum saya keluar dari ruangan menara doa tersebut saya akan menghampiri bola dunia yang besar yang ada di sana. Saya harus tumpang tangan dan harus mendeklarasikan, “Kita sedang menanti-nantikan Pentakosta yang ketiga!”, tetapi beberapa waktu yang lalu Tuhan mulai bicara kepada saya, “Sekarang ubah, bukan sedang menanti-nantikan tetapi Pentakosta ketiga sudah dimulai!”. Saya mempersiapkan diri lama untuk membicarakan itu, sering saya berpikir untuk apa saya harus memperkatakan ini terus? Ternyata di Empowered 21 Global di Yerusalem saya harus mendeklarasikan itu di hadapan para pemimpin dunia yang percaya kepada pekerjaan Roh Kudus. Di situ saya mendeklarasikannya dan mereka semua menerima! Saya katakan, “Tuhan menyuruh saya, malam ini saya mendeklarasikan bahwa Pentakosta yang ketiga sudah dimulai!” Apakah Pentakosta yang ketiga itu?

a.  Bumi Dipenuhi Dengan Pengetahuan Akan Kemuliaan Tuhan

Habakuk 2:14, “Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan TUHAN, seperti air yang menutupi dasar laut.”

b.  Tiga Generasi Dipakai Tuhan Secara Luar Biasa

Yoel 2:28-29, “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.”

c.  Pelipatgandaan Mujizat dan Goncangan

Yoel 2:30-31, “Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.”

d.  Penuaian Jiwa Besar-besaran

Kalau Saudara lihat seperti di Timur Tengah yaitu Suriah, Yaman, Irak, dll orang-orang melarikan diri. Dan kita mendengar berita-berita tentang perjumpaan ilahi mereka dengan Tuhan Yesus. Saya percaya bukan hanya ribuan tetapi ada jutaan yang sekarang didatangi Tuhan Yesus. Itulah yang terjadi dan ini masa penuaian jiwa besar-besaran. Juga di Indonesia sedang terjadi hal yang seperti itu. Yoel 2:32, “Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas.”

e.  Tuhan Yesus Datang di Awan-awan Untuk Menjemput Gereja-Nya

Setelah penuaian jiwa besar yang terakhir tersebut, maka Tuhan Yesus akan datang untuk kali yang kedua di awan-awan. Dia menjemput gereja-Nya yang sungguh-sungguh kepada Tuhan. Oleh sebab itu tidak bosan-bosannya saya berkata, “Mari kita sungguh-sungguh dan menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya dan kita berjaga-jaga!”. Saudara jangan lengah dan jangan terbuai dengan pengajaran-pengajaran, “Anda orang Kristen? Oh sudah beres! Anda berbuat sesukanya karena sudah di-cover dengan kasih karunia!”. Itu tidak demikian! Sebab ada persyaratannya, yaitu harus berjaga-jaga dan sungguh-sungguh dengan Tuhan. Bukan seenak-enaknya, pokoknya yang namanya Kristen pasti selamat dan masuk sorga! Tidak demikian! Karena itu saya selalu mengajak Saudara untuk hidup sungguh-sungguh dengan Tuhan. Saya tahu Saudara adalah orang yang sungguh-sungguh sebab setiap kali mendengarkan ini saya lihat banyak yang berkata, “Amin Tuhan, amin Tuhan!” dan Tuhan akan memberikan kekuatan kepada Saudara. Amin!

Tuhan mau kita menjadi saksi-Nya sebab ini adalah penuaian besar. Untuk itu Tuhan Yesus akan memberikan kita kuasa dan kita akan dipenuhi dengan Roh Kudus dan Saudara akan berbahasa roh. Mungkin di antara Saudara ada yang belum berbahasa roh, sekarang katakan, “Tuhan, saya rindu, saya sudah lama menunggu dan saya mau!”, hari ini Saudara akan mendapatkannya! Tetapi mungkin juga ada di antara Saudara yang berkata, “Saya sudah berbahasa roh, tapi saya dalam kondisi tidak penuh Roh Kudus. Kelakuan saya tidak karu-karuan! Saya bisa berbahasa roh tetapi saya menjadi batu sandungan!”. Hari ini Saudara akan penuh Roh Kudus dan Saudara akan hidup kudus dan berkenan di hadapan Tuhan. Amin!

Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, Minggu – 7 Juni 2015 di Senayan