Kotbah Gembala
JADIKAN GENERASI INI SEBAGAI UMAT YANG LAYAK!

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan, Saudara diberkati dalam doa, pujian dan penyembahan kita pagi ini? Tuhan Yesus itu baik, Dia sungguh baik dan sangat baik kepada kita semua. Amin!

Lukas 1:13-17“Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”

Saudara, tema yang Tuhan berikan kepada kita hari-hari ini adalah, “Menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.” Sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang pertama ke dalam dunia ini, Yohanes diberi tugas untuk menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya. Yohanes pembaptis berjalan dalam roh dan kuasa Elia, artinya dia tegas! Tidak kompromi terhadap dosa. Dan dia penuh Roh Kudus sejak dalam rahim ibunya.

Saudara yang dikasihi Tuhan, hari-hari ini kita sedang menanti-nantikan kedatangan Tuhan Yesus untuk kali yang kedua. Dia akan segera datang! Tugas kita adalah untuk menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya. Dulu, peranan itu diberikan kepada Yohanes Pembaptis, tetapi sekarang untuk menyambut kedatangan-Nya yang kedua itu diberikan kepada gereja-Nya, yaitu Saudara dan saya. Amin!

Saudara, pada waktu itu apa yang Yohanes lakukan?

1.  Membuat orang-orang Israel berbalik kepada Allah mereka.

2. Membuat banyak orang-orang yang pikirannya tidak benar (durhaka) menjadi pikiran-pikiran orang yang benar.

3. Membuat banyak hati-hati bapa berbalik kepada anak-anaknya dan anak-anak kepada bapa-bapanya.

TUGAS GEREJA UNTUK MENYIAPKAN BAGI TUHAN SUATU UMAT YANG LAYAK

Demikian juga dengan kita, gereja Tuhan hari-hari ini, kita diberikan tugas untuk menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.

Ada 3 tugas yang Tuhan berikan kepada kita sebagai gereja Tuhan, yaitu:

1.  Gereja diminta untuk membuat banyak orang-orang yang belum percaya menjadi percaya.

2. Membuat orang-orang Kristen yang hidupnya tidak sesuai dengan Firman Tuhan, mereka bertobat kembali.

3. Membuat banyak hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan anak-anak kepada bapa-bapanya.

Saudara, inilah 3 tugas yang Tuhan berikan kepada kita. Saya percaya seperti apa yang terjadi pada Yohanes Pembaptis, dia dipenuhi dengan Roh Kudus dan berjalan dalam roh dan kuasa Elia, demikian juga dengan gereja Tuhan. Jika kita mau dipakai oleh Tuhan untuk menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya, maka:

1. Gereja Tuhan harus dipenuhi Roh Kudus. Kita harus penuh Roh Kudus!

2. Gereja Tuhan harus berjalan dalam roh dan kuasa Elia. Artinya, tegas! Tidak ada kompromi terhadap dosa, terhadap daya tarik dunia, terhadap sifat kedagingan. Amin!

I. Gereja (Saudara dan saya) harus membuat banyak orang-orang yang belum percaya bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus

Saudara, Amanat Agung Tuhan Yesus jelas ditujukan kepada kita, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28:19-20) Kalau kita melakukan ini, Tuhan akan menyertai Saudara dan saya sampai kepada akhir zaman. Haleluya!

Dan kepada gereja kita Tuhan memberikan alat untuk melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus, yaitu RESTORASI PONDOK DAUD yang merupakan DNA gereja kita yaitu sebagai alat untuk menuai jiwa-jiwa. Kalau Saudara membaca Kis 15:15-18, di situ dengan jelas dikatakan bahwa yang merestorasi Pondok Daud adalah Tuhan sendiri. Untuk apa? Supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku, demikianlah firman Tuhan yang melakukan semua ini,… (Kis 15:17). Tuhan merestorasi Pondok Daud supaya terjadi penuaian jiwa besar-besaran!

RESTORASI PONDOK DAUD

Sepanjang 25 tahun pertama, Tuhan memberikan definisi tentang Pondok Daud, yaitu berbicara tentang doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam. Kita telah lakukan dengan membuat menara doa dan hidup intim dengan Tuhan. Lalu Tuhan mulai bukakan hal-hal apa yang harus kita lakukan supaya terjadi penuaian jiwa besar-besaran sbb:

• Tahun 1993

Berarti 5 tahun setelah gereja ini ditanam oleh Tuhan, Tuhan berikan Yesaya 54:2-3“Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patokmu! Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota sunyi.”

Pada waktu itu saya bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, ini maksudnya apa?”. Dan Tuhan mulai membimbing, “Kamu harus membuka gereja baru. Dimulailah waktu itu membuka gereja baru.”

•  Tahun 1996

Ketika saya membaca buku dari Peter Wagner, ada satu kalimat yang menjadi rhema buat saya. Kalimatnya berkata begini, “Penginjilan yang paling efektif yaitu dengan cara membuka gereja baru.”

Wow! Itu masuk ke dalam pikiran saya terus, “Buka gereja baru….buka gereja baru…! Bagaimana caranya, Tuhan?”. Dan Tuhan tuntun, “Kamu kan punya Family Altar (FA yang sekarang adalah COOL), kamu ambil saja 3 FA menjadi 1 gereja, 5 FA jadi 1 gereja, 7 FA menjadi 1 gereja, 10 FA menjadi 1 gereja.” Dan saya lakukan itu. Apa yang terjadi? Dalam tempo kurang dari 2 tahun, sekitar 200 gereja ditanam! Saudara bertepuk-tangan sekarang, tetapi saya waktu itu bukan diberi tepuk tangan, tetapi banyak dimaki-maki orang. Tapi sudahlah, itu semua proses, tidak apa-apa.

• Tahun 2002

Salah satu pendoa syafaat kita yang bernama Ibu Briggita, dia mendapat penglihatan tentang saya berada di sebuah stasiun dengan memakai jas ini yang berarti saya sedang tugas. Tiba-tiba ada suara, “Change destination!...Change destination!...”. Lalu itu disampaikan kepada saya dan saya mendapat pengertian, “Wah, ini ada perubahan arah dari pelayanan saya.” Dan ternyata benar! Tidak lama setelah itu apa yang terjadi? Kemuliaan Tuhan seperti yang dituliskan dalam Yohanes 17, yaitu kemuliaan Tuhan yang membuat kita jadi satu itu turun ke atas saya. Mungkin Saudara bertanya, “Pak Niko merasakan apa?”. Yang saya rasakan adalah tekanan-tekanan! Tekanan itu terjadi dalam pelayanan dan hidup saya yang rasanya saya tidak tahan. Saya datang kepada Tuhan, “Tuhan, ampuni saya….saya tidak tahan, Tuhan. Ini apa? Ada apa, Tuhan? Ada apa?”. Dan Tuhan menjawab, “Niko, selama ini Aku lihat, kamu sombong! Kamu arogan!”. Wah, saya tidak mau berdebat dengan Tuhan. Tidak ada orang yang merasa dirinya sombong, “Saya tidak sombong, saya ini rendah hati”, itu menurut kita sendiri, tetapi Tuhan waktu itu jelas, mungkin karena saat itu suksesnya luar biasa dalam menanam gereja yang begitu cepat pertumbuhannya sehingga saya tidak sadar bahwa saya sombong dan arogan. Lalu Tuhan berkata, “Sekarang Aku berikan kamu 2 tugas. Yang pertama, turunkan nama gerejamu yang kamu bangga-banggakan selama ini. Dan yang kedua, kamu datang kepada gereja-gereja dan hamba-hamba Tuhan untuk minta maaf”. Saya lakukan dengan segenap hati. Betul-betul tidak ada motivasi lagi saya lakukan sampai dengan hari ini. Apa yang terjadi? Waktu itu tiba-tiba roh rekonsiliasi turun di Indonesia, baik antara saya dengan mereka maupun di antara mereka. Dan di tengah-tengah rekonsiliasi, apa yang terjadi? Roh doa turun melanda Indonesia! Dimulailah transformasi untuk Indonesia terjadi! Saudara, kalau kita melihat dari Yohanes 17, jelas bahwa unity itu adalah faktor utama untuk terjadinya penuaian jiwa besar-besaran.

• Tahun 2006

Tuhan mulai berikan pelayanan tentang “Healing Movement”. Saudara, Healing Movement yang kita lakukan sampai sekarang ini sudah 11 tahun.

KKR  di Salatiga merupakan yang ke-290 kali! Sudah bukan rahasia lagi bahwa melalui pelayanan ini banyak orang-orang yang bertobat, banyak orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Melalui pelayanan ini, baik yang di lapangan maupun yang di rumah-rumah melalui siaran televisi, ada banyak dampak yang seperti itu, yaitu banyak orang-orang yang bertobat dan disembuhkan Tuhan!

• Tahun 2013

Gereja kita berumur 25 tahun dan pada waktu itu kita merayakannya di Yerusalem. Saat itulah Tuhan menyempurnakan arti daripada Pondok Daud. Jadi definisi Pondok Daud setelah 25 tahun atau memasuki 25 tahun kedua adalah prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa, yang mempunyai gaya hidup berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam unity siang dan malam dan melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini. Dan bukan kebetulan di tahun 2013 Tuhan berbicara kepada saya bahwa Tuhan sudah mulai mencurahkan Roh-Nya secara luar biasa dan Pentakosta ke-3 mulai terjadi!

Saudara, kita sedang memasuki Pentakosta yang ke-3! Kita sedang memasuki penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua. Ada berapa banyak yang mau dipakai Tuhan? Saudara, kita harus menjadi prajurit-prajurit Tuhan yang gagah perkasa. Artinya, kita harus keluar sebagai pemenang! Dan mempunyai gaya hidup berdoa, memuji dan menyembah Tuhan dalam unity siang dan malam, yang artinya intim dengan Tuhan. Karena kita intim dengan Tuhan, maka kita akan keluar sebagai pemenang! Karena intim dengan Tuhan, maka kita akan melakukan kehendak Tuhan pada zaman ini! Dan kalau itu dilakukan maka akan terjadi penuaian jiwa yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua. Amin!

II. Gereja (Saudara dan saya) harus membuat banyak orang-orang Kristen yang hidupnya tidak sesuai dengan firman Tuhan bertobat dan kembali melakukan kehendak Tuhan

Kalau kita membaca Wahyu 2 dan 3, itu pesan Tuhan kepada 7 gereja-Nya. Ini bukan berarti pesan Tuhan hanya kepada 7 gereja pada waktu itu saja, karena 7 gereja ini berbicara tentang gereja sepanjang masa, termasuk gereja masa kini, yaitu kepada Saudara dan saya. Amin!

Di situ Tuhan Yesus berpesan dan menunjukkan apa yang Dia suka dan apa yang Dia tidak suka. Itu adalah pesan kepada gereja, berarti kepada orang-orang Kristen yang ternyata pada waktu itu cukup banyak orang-orang Kristen yang hidupnya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Dan Tuhan katakan, “Barangsiapa bertelinga, hendaklah mendengarkan apa yang dikatakan oleh Roh kepada jemaat-jemaat. Dan barangsiapa menang (artinya melakukan apa yang Tuhan Yesus suka), hanya pemenang-pemenang ini yang masuk Sorga!”. Amin!

MENJADI SEORANG PEMENANG

Saudara dengar baik-baik, jangan diombang-ambingkan dengan pengajaran-pengajaran yang lain. Saudara harus berpegang pada pengajaran, “Hanya para pemenang yang masuk Sorga!”.

Apakah Saudara mau menjadi pemenang? Ini yang Tuhan Yesus katakan tentang pemenang:

1. Orang yang memiliki kasih yang mula-mula.

Saudara harus cek setiap hari, “Kasihku kepada Tuhan apakah seperti dulu pada waktu aku baru bertobat?”. Yang begitu bergairah dengan Tuhan, bergairah membaca Alkitab, bergairah berdoa dan memuji  Tuhan. Apakah masih seperti itu? Saudara harus cek, sebab pemenang adalah seperti itu.

2. Bukan orang yang suam-suam kuku

3. Bukan orang yang mati rohani

Saudara, definisi dari suam-suam kuku dan mati rohani adalah sebagai berikut:

- Mati rohani

Secara lahiriah tampaknya mereka hidup dan aktif serta memiliki keberhasilan dan kerohanian yang baik. Bisa jadi memiliki penyembahan yang menarik tapi bukan dari kuasa dan kebenaran Roh Kudus. Saya berdoa, tidak ada seorang pun di sini yang mati rohani. Orang yang mati rohani tidak ada yang tahu, seperti biasa saja, duduk di gereja tetapi sesungguhnya keadaannya seperti itu. Tetapi saya percaya di sini tidak ada yang seperti itu. Amin!

- Suam-suam kuku

Orang Kristen yang hidupnya berkompromi dengan dunia dan sama dengan orang dunia. Kristen tetapi kerohaniannya payah.

Kalau punya kriteria seperti ini artinya adalah orang yang kalah dan bukan pemenang. Saya pernah sangat kaget ketika mendengar laporan hasil riset dari Barna Research Group. Yang melaporkan adalah presiden-nya yang bernama George Barna. Ini sebetulnya penyelidikan 40 tahun yang lalu, yaitu pada tahun 1977 di Amerika Serikat. Ada sebuah penelitian yang komprehensif di mana mereka membandingkan keyakinan, sikap, nilai-nilai dan tingkah laku orang percaya dan yang tidak percaya. Apa hasilnya?

Hasilnya adalah sebagai berikut:

“Sangat sulit bagi orang yang belum percaya untuk memahami kekristenan, karena hanya ada sedikit orang-orang Kristen lahir baru yang meneladani iman yang Alkitabiah. Pengetahuan Alkitab orang-orang Kristen lahir baru adalah kombinasi dari unsur-unsur Alkitab dan hikmat dunia yang dicampur menjadi bubur teologi yang menjijikkan!”.

Saya boleh bertanya kepada Saudara? Menurut Saudara, apakah sekarang lebih baik? Saya percaya TIDAK! Ini menyedihkan, karena itu adalah tugas daripada gereja, yaitu Saudara dan saya untuk membuat orang-orang Kristen yang tidak sesuai hidupnya dengan firman Tuhan itu kembali dan bertobat, mereka kembali kepada jalan yang benar. Amin!

4. Pemenang itu adalah orang yang tidak meninggalkan iman yang Alkitabiah. Dia mengikuti dan berjalan sesuai dengan firman Tuhan.

5. Para pemenang adalah mereka yang tidak bersikap toleran kepada para pemimpin termasuk gembala, pendeta, guru, pekerja awam yang amoral.

Pada waktu itu ada ajaran Nikolaus, Bileam, Izebel dan ada yang toleran, “Ah, tidak apa-apa, ikuti saja.” Hati-hati sebab itu diperhitungkan! Orang yang toleran itu bukan pemenang, tetapi kalau pemenang akan berkata, “Wah, aku tidak mau ikut dia. Memang namanya pendeta, tetapi dia amoral, hidupnya tidak benar!”.

6. Pemenang adalah orang yang tidak menukar kerohanian yang sejati, yaitu kekudusan, kebenaran, hikmat rohani dengan kesuksesan secara duniawi.

Bukan rahasia lagi apalagi hari-hari ini, banyak orang yang menukar kesuksesan secara duniawi dengan kekudusan dan kebenaran. “Oh, tidak apa-apa tidak hidup kudus, tidak hidup benar sesuai Firman, tidak apa-apa. Pokoknya sukses secara duniawi!”. Ini bukan pemenang! Tetapi saya percaya, Saudara semua di tempat ini yang keluar sebagai pemenang

III. Gereja (Saudara dan saya) harus membuat banyak hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan anak-anak kepada bapa-bapanya.

Apa yang dimaksudkan dengan hati bapa berbalik kepada anak-anaknya? Sesuai dengan perkataan Paulus dalam Efesus 6:4, Kolose 3:21 dan juga perintah Allah dalam banyak Perjanjian Lama, bahwa orang tua bertanggung jawab mendidik anak-anaknya supaya mereka hidup berkenan kepada Allah. Tadi pagi ada 4 anak yang diserahkan di sini. Saya selalu berdoa setiap kali menyerahkan anak-anak, “Tuhan, berikan hikmat kepada orang tua supaya mendidik anak-anak ini untuk selalu takut kepada-Mu.”Sebab ini penting! Sesuai dengan Alkitab katakan bahwa orang tua bertanggung jawab mendidik anak-anaknya supaya hidupnya berkenan kepada Allah. Untuk itu apa yang harus dilakukan?

1. Orang tua harus mengajar, menegur anak-anaknya sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.
2. Orang tua harus menjadi teladan melakukan hal yang sesuai dengan iman yang Alkitabiah.
3. Orang tua harus memprioritaskan untuk keselamatan kekal anak-anaknya dibanding pekerjaan, profesi, pelayanan di gereja atau kedudukan sosial.

Saudara yang dikasihi Tuhan, bayangkan saat mendidik anak-anaknya, Saudara bertanggung-jawab supaya anak-anaknya masuk Sorga itu lebih daripada profesi, pekerjaan, bahkan pelayanan di gereja juga kedudukan sosial. Jadi, betapa pentingnya ini di hadapan Tuhan!

Kalau dikatakan tadi supaya hati bapa berbalik, artinya selama ini mereka tidak melakukan. Artinya, “Ayo, kembali kepada firman yang Aku telah tunjukkan tuntunannya, yang kamu tidak melakukan. Berbalik! Berbalik!”.

NASEHAT TUHAN BAGI ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK DALAM KEBENARAN

Tuhan berkali-kali di sepanjang masa melalui hamba-hamba-Nya memperingati agar orang tua mendidik dan mengajar anak-anak mereka di dalam kebenaran. Katakan bersama saya, “Berkali-kali! Berkali-kali! Berkali-kali!”. Ini penting! Sebab kadang-kadang banyak yang berkata, “Apa itu? Allahnya orang Kristen di Perjanjian Lama itu Allah yang kejam.” Berarti tidak pernah membaca Alkitab Perjanjian Lama. Saudara bisa lihat bahwa sebelum Tuhan memutuskan untuk menghukum, biasanya berkali-kali melalui hamba-hamba-Nya, nabi-nabi-Nya yang terus memberikan peringatan. Terus dan terus! Allah kita bukan Allah yang kejam, tetapi Allah yang mengasihi kita. Amin!

1. Ulangan 6:6-7, Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaringndan apabila engkau bangun.

Di situ perintah Tuhan adalah orang tua harus mengajarkan Firman Allah kepada anak-anaknya berulang-ulang. Membicarakan waktu duduk di rumah, dalam perjalanan, waktu berbaring atau bangun. Berarti ini sesuatu yang serius sekali! Apakah kira-kira para orang tua melakukan seperti ini dulu?

2. Amsal 22:6“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”

3. Tetapi kemudian kalau kita lihat, hampir 1.000 tahun jaraknya dari Ulangan 6:6-7 tadi lalu ada Maleakhi 4:5-6 yang merupakan ayat terakhir dari Perjanjian Lama yang berbunyi, Sesungguhnya Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Saudara, ini adalah peringatan mengenai hari Tuhan, yaitu kedatangan Tuhan Yesus yang pertama maupun yang kedua. Di sini dijelaskan bahwa nanti sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang pertama dan kedua, Tuhan akan mengutus Nabi Elia. Pada kedatangan Tuhan Yesus yang pertama, Tuhan mengutus Yohanes Pembaptis. Tetapi yang kedua, Tuhan mengutus GEREJA-NYA, yaitu Saudara dan saya!

Saudara, untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan anak-anak kepada bapanya, dan kalau ini tidak dilakukan, “Aku akan memukul bumi sehingga musnah! Aku akan hancurkan bumi!”. Mengapa Tuhan berkata begini? Sebab ternyata dalam kurun waktu 1.000 tahun ini orang tua gagal melakukan kehendak Tuhan itu.

4. Setelah peringatan tersebut kira-kira 460 tahun kemudian pada Lukas 1:16-18 dikatakan bahwa Yohanes Pembaptis diutus dalam roh dan kuasa Elia.

5Matius 28:19-20, Tuhan Yesus berkata, “…dan ajarlah mereka melakukan mereka melakukan segala sesuatu seperti yang telah Kuperintahkan kepadamu…”

6. Efesus 6:4, Kolose 3:20-21, 1 Tim 3:4-5.

Itu adalah peringatan-peringatan yang terus Tuhan berikan kepada Rasul Paulus untuk berbicara tentang hal itu.

7. Lalu sampailah kepada 2 Tim 3:1-9. Kita akan membaca 2 Tim 3:1-5, perikopnya adalah: Keadaan manusia pada akhir zaman. Jika Saudara perhatikan, ini adalah tentang keadaan manusia pada akhir zaman. Jadi ternyata Tuhan mulai mengungkapkan keadaan manusia pada akhir zaman itu seperti ini: Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Saudara yang dikasihi Tuhan, kalau kita lihat tentang keadaan manusia pada akhir zaman seperti ini, beberapa waktu yang lalu saya pernah berbicara mengenai Generasi Millenial, yaitu generasi yang lahir antara tahun 1980 – 2000. Menurut penyelidikan, Generasi Millenial ini adalah generasi yang paling bermasalah. Tetapi 1 hal yang ingin saya katakan dimana banyak Generasi Millenial di tempat ini, “Tuhan Yesus sangat mengasihi Saudara”. Tetapi apa yang mereka tuliskan dari hasil penyelidikan tentang Generasi Millenial ini dan kenapa mereka disebut sebagai generasi yang bermasalah? Disebutkan bahwa generasi ini sulit diatur dan memiliki reputasi sebagai orang-orang yang merasa dirinya itu berhak mendapat perlakuan khusus, narcis, mementingkan dirinya sendiri, tidak fokus, malas, dan seterusnya. Jadi kalau kita lihat, ini memang mirp-mirip dengan keadaan manusia di akhir zaman ini. Tetapi sebetulnya bukan hanya di Generasi Millenial saja, tetapi di semua generasi ada yang seperti ini. Namun kebetulan Generasi Millenial ini yang disorot sehingga hanya Generasi Millenial saja yang disebutkan. Sekali lagi, Tuhan sangat mengasihi Generasi Millenial. Amin!

Menurut penelitian apa yang menyebabkan Generasi Millenial ini mempunyai sifat-sifat yang seperti itu? Alasan pertama yang ditulis di sana adalah ORANG TUA SALAH ASUH! Jadi saya percaya keadaan manusia di akhir zaman seperti ini, pokok pangkalnya adalah orang tua salah asuh!

8. Setelah itu Alkitab membukakan lagi, karena keadaan manusia di akhir zaman seperti itu, maka orang tua gagal lagi. Kemudian Tuhan ungkapkan kepada Petrus dalam 2 Petrus 3:10-14 sbb, Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.

Saudara, ternyata Tuhan berbicara kepada Petrus bahwa bumi ini akan dihancurkan. Jadi apa yang Tuhan katakan di Maleakhi bahwa apabila hati bapa tidak berbalik kepada anaknya dan hati anak tidak berbalik kepada bapanya, maka Tuhan akan memukul bumi sehingga musnah. Jadi ternyata Tuhan berkata kepada Petrus bahwa itu benar akan dihancurkan.

9. Dan puncaknya 60 tahun setelah itu, Tuhan Yesus yang ada di Sorga turun menemui Rasul Yohanes, murid yang paling dikasihi-Nya di Pulau Patmos. Dia berkata (ini dalam bahasa saya), “Sorry…sorry…terpaksa bumi Aku hancurkan! Sorry, bumi akan hancur oleh pembukaan meterai, oleh peniupan sangkakala, oleh penuangan cawan murka Allah. Bumi akan hancur!”.

Ternyata bumi dihancurkan, kenapa? Pasti penyebabnya yang tadi, yaitu karena hati bapa tidak berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak tidak berbalik kepada bapa-bapanya.

Saudara, saya mau katakan sesuatu bagi kita yang hidup di akhir zaman ini, kalau kita tidak melakukan perintah Tuhan ini, hati bapa tidak berbalik kepada anak dan anak tidak berbalik kepada bapa, saya mau katakan kepada Saudara bahwa orang yang seperti ini akan melihat bumi dihancurkan. Tetapi sebaliknya, orang yang mengikuti firman Tuhan, di mana hatinya berbalik kepada anak-anaknya dan anak-anaknya berbalik kepada bapanya (orang tua-nya), mereka yaitu Saudara dan saya tidak akan melihat bumi dihancurkan. Mengapa? Karena kita semua sudah diangkat!

Saudara, saya tahu ini satu “pembukaan yang baru”, walaupun sebetulnya ini sudah lama. Saya ketika membaca apa yang Tuhan berikan ini, hati saya bergetar. Biasanya gereja harus banyak menekankan hal ini:

1. Orang yang tidak percaya harus menjadi percaya
2. Orang Kristen yang tidak sungguh-sungguh harus jadi sungguh-sungguh. Tetapi sebetulnya ada yang nomor 3, yang setara dengan kedua tadi, yaitu:
3. Hati bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapanya.

Saya akan mengajak Saudara untuk berpikir, apa yang menyebabkan mereka menjadi orang yang tidak percaya kepada Tuhan Yesus? Apa yang menyebabkan orang Kristen hidup tidak karu-karuan? Semua itu karena yang nomor 3 tidak dilakukan! Jadi sebetulnya intinya adalah yang nomor 3, hati bapa berbalik kepada anak-anaknya dan anak-anak kepada bapa-bapanya. Saya percaya, kita semua yang ada di tempat ini adalah termasuk orang-orang yang melakukan perintah Tuhan. Kita tidak akan melihat bumi dihancurkan karena kita sudah diangkat!

Kesaksian:

Kesaksian ini baru pertama kalinsaya ungkapkan kemarin di MDPJ. Yang kedua adalah tadi pagi dan ini adalah yang ketiga. Seumur hidup saya belum pernah bersaksi tentang hal ini.

Saya adalah 3 bersaudara yaitu saya, lalu adik saya bernama Pak Bernard, dan yang paling kecil Ibu Kristin. Kami bertiga melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh. Pak Bernard bukan orang yang fulltime di bidang pelayanan ini. Dia adalah seorang businessman, tetapi dia sungguh-sungguh melayani Tuhan. Dan saya tahu semua ini karena orang tua saya. Di keluarga kami yang mulai sungguh-sungguh adalah mama terlebih dahulu baru kemudian papa menyusul. Tetapi kedua orang tua saya ini adalah orang-orang yang sungguh-sungguh di hadapan Tuhan.

Ada sebuah data yang mengatakan begini:

1. Kalau ibunya sungguh-sungguh, tetapi bapaknya kurang sungguh-sungguh, maka anaknya yang sungguh-sungguh itu sekitar 30%
2. Kalau bapaknya sungguh-sungguh, tetapi ibunya kurang sungguh-sungguh, maka anaknya yang sungguh-sungguh itu sekitar 70%
3. Kalau bapak dan ibunya sungguh-sungguh, maka anak-nya yang sungguh-sungguh itu 100%

Dan itulah yang terjadi pada kami bertiga, termasuk sekarang anak saya dan cucu saya, semua melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Apa yang orang tua saya lakukan terhadap saya?

Saya sebetulnya mempunyai kakak, tetapi meninggal pada waktu umur 11/2 tahun. Lalu ibu saya mengandung saya dan dia sangat sayang kandungannya supaya jangan seperti kakaknya. Mendekati kelahiran, dia datang ke sebuah KKR, ada orang bule sebagai pembicaranya. Kemudian tiba-tiba dia mendengar ada altar call dan dia maju sambil memegang perutnya seraya berkata, “Tuhan, anak ini saya serahkan kepada-Mu untuk menjadi hamba Tuhan. Dan biarlah dia menjadi hamba Tuhan yang besar.” Tetapi tiba-tiba sambil tetap berjalan dia berkata lagi, “Oh maaf Tuhan, bukan hamba Tuhan yang besar, hamba Tuhan yang berkenan kepada-Mu”. Sampailah dia ke depan dan semua ditumpangi tangan oleh pendeta itu, tetapi ketika dia menumpangkan tangan atas ibu saya, tiba-tiba hamba Tuhan itu bernubuat, “Anak yang ada di dalam kandunganmu, akan menjadi hamba Tuhan yang besar.”

Saudara, kesaksian ini saya tidak pernah tahu sampai saya menjadi hamba Tuhan barulah saya mendengar kesaksian ini.

Setelah itu, rupanya Tuhan menyuruh ibu saya menyiapkan saya dan semuanya pasti. Ibu saya adalah orang pertama yang sungguh-sungguh. Pada waktu itu saya ingat bahwa yang dipersiapkan menjadi Pendeta itu bukan saya, tetapi Pak Bernard karena saya nakal dan sebagainya. Mungkin ibu saya berpikir, “Wah, dia tidak cocok menjadi hamba Tuhan.” dan dia lupa akan nubuatan itu. Tetapi yang luar biasa, dia persiapkan saya di mana ketika SD, saya bersekolah di sekolah swasta terbaik di kota saya. Ibu saya memperhatikan dan berpikir, “Wah, ini Niko kalau terus bersekolah di sekolah ini bahaya. Kekristenannya berbahaya. Dia harus dipindahkan.” Tetapi tidak ada Sekolah Kristen, yang ada hanya Sekolah Negeri yang grade-nya itu jauh di bawah. Namun herannya ibu saya memindahkan saya ke sekolah itu supaya kekristenan saya tidak terganggu.

Namanya di Sekolah Negeri, waktu itu banyak murid-muridnya yang ‘maaf’ tidak memakai sepatu. Nah, saya pernah ikut-ikutan tidak pakai sepatu. Waktu saya pertama tidak pakai sepatu, dari rumah saya curi-curi dan sepatu saya titipkan lalu saya lari. Namun di tengah jalan mau dekat sekolah tiba-tiba om saya dari mobil menunjuk-nunjuk saya! Lalu diberitahukan ke orang tua saya dan saya disidang serta dimarahi, “Kamu apa-apaan tidak pakai sepatu?”. Saya hanya menjawab, “Ya, teman-teman saya juga tidak pakai sepatu.” Bayangkan, saya disekolahkan di sekolah yang seperti itu supaya kekristenan saya tidak terganggu.

Kemudian saya mulai masuk SMP serta mulai bergaul dan senang rasanya. Akhirnya apa? Itu mulai mengganggu saya untuk ke Sekolah Minggu karena ada aktivitas Minggu di sekolah. Dengan 1000 macam alasan saya berkata kepada ibu saya untuk tidak Sekolah Minggu. Pertama dibiarkan, tetapi lama-kelamaan ibu saya berkata, “Wah, tidak bisa ini! Kamu kenapa sih tidak mau ke Sekolah Minggu?”. Saya jawab, “Ya habisnya gurunya membosankan.” Saudara tahu apa yang terjadi?

Memang ibu saya yang juga mengatur Sekolah Minggu di sana dan dia khusus jadi guru Sekolah Minggu untuk mengajar saya. Tapi memang dasarnya bukan karena itu dan ibu saya melihat, “Wah, Niko ini berbahaya.” Saudara tahu apa yang terjadi? Kelas 2 SMP saya dipindahkan ke kota Malang dan saya di-kostkan di rumah Pendeta. Dan saya masuk di Sekolah Kristen yang ‘maaf’ sekolahnya jelek. Kualitasnya jelek, tetapi kenapa ibu dan ayah saya menaruh saya di sana? Alasannya cuma satu, yaitu karena tiap hari ada kebaktian. Saudara, saya bersekolah yang model-model begini, tetapi puji Tuhan saya bisa menjadi Insinyur di sekuler. Tetapi secara rohani setelah saya ditaruh seperti itu pada waktu SMP, saya mengalami kelahiran baru.

Tetapi ini yang terjadi, perjalanan saya dalam proses keselamatan ini, pada waktu saya sudah lahir baru, yaitu dari justification dan sekarang masuk proses yang kedua, yaitu sanctification (proses pengudusan), di sini masalah. Akibat teman-teman dan bermacam-macam lainnya, itu tidak mulus jalannya. Orang tua saya sudah kewalahan untuk memberitahu saya karena saya menginjak dewasa. Saya tahu mereka pasti berdoa dan berdoa melihat saya, tetapi satu hal yang saya ingat, meskipun saya lihat ada teman-teman saya yang ‘berengsek’ dan macam-macam lainnya, saya tidak menjadi berengsek seperti mereka. Saya mau melakukan seperti mereka pun tidak bisa, kenapa? Karena saya ada ketakutan untuk melakukannya dan Tuhan tetap pegang saya. Dengar apa yang saya mau katakan, kalau Saudara sudah lahir baru, Tuhan tidak gampang-gampang melepas Saudara. Jadi kalau ada orang yang sudah lahir baru, dia sampai murtad, itu namanya kebangetan!

Sampai kepada akhirnya ketika sudah waktu-Nya Tuhan panggil saya yang mana saya selalu menolak ketika dipanggil untuk melayani, akhirnya saya mengalami peristiwa seperti yang sering saya saksikan kepada Saudara, yaitu peristiwa “Ludes…des!”. ‘The first des’, habis semua dan ‘the second des’ ditambahi hutang. Bayangkan, kalau orang miskin itu kan artinya habis semua, tetapi ini minus! Di situ Tuhan hanya berkata, “Ikut Aku!” dan saya ikut sampai dengan hari ini.

Saudara yang dikasihi Tuhan, kini kami tiga bersaudara semua sungguh-sungguh melayani Tuhan dan terus sampai kepada anak-cucu. Dan terus saya berjanji, sampai Tuhan Yesus datang saya akan tetap setiap kepada Dia.

Mari kita akhiri dengan membaca 2 bagian yang mana bagian pertama biar dibaca oleh para orang tua atau yang mempunyai anak. Dan bagian yang kedua dibaca oleh anak. Kalau Saudara masih mempunyai orang tua dan telah mempunyai anak, nanti boleh membaca keduanya.

“Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran.” (3 Yohanes 1:4)

“Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar, bahwa aku hidup dalam kebenaran.”

Khotbah Bapak Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo

JCC – 12 November 2017

 
“TUHAN RINDU SUPAYA HIDUP KITA SENANTIASA PENUH ROH KUDUS!”

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan,

“Pentecostal Theological Seminary” dari Church of God sudah berumur 130 tahun. Amerika dan dunia sudah mengenal Church of God dan saya mewakili Saudara untuk memperoleh “Chair” tentang “Restoration Tabernacle of David”, yaitu doa, pujian dan penyembahan. Ini semua terjadi karena kasih karunia Tuhan. Apa yang belum pernah terpikir oleh saya, dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, belum pernah timbul dalam hati, semua itu disediakan bagi orang yang mengasihi Dia, dan ini betul-betul saya alami.

Untuk mendapatkan “Chair” ini tidaklah mudah, karena selama kurun waktu 130 tahun, “Chair” baru diberikan kepada 4 orang dan saya adalah orang yang kelima. Dari keempat orang yang telah menerimanya, 3 diantaranya sudah meninggal karena memang sudah tua. Jadi tinggal 1 dan sekarang saya masuk sebagai angkatan muda.

Yang diberikan oleh Tuhan adalah “Chair” mengenai “Restoration Tabernacle of David” (Restorasi Pondok Daud). Pengertian Restorasi Pondok Daud bagi gereja ini saya terima melalui pewahyuan dari Tuhan. Dan sekarang, pengertian mengenai Restorasi Pondok Daud ini akan dibuat menjadi satu ‘ilmu’ di Pentecostal Theological Seminary yang memiliki mahasiswa dari seluruh dunia. Dan kita percaya bahwa dari sinilah seluruh dunia akan mengetahui dan akan belajar tentang Restorasi Pondok Daud.

RESTORASI PONDOK DAUD

Tuhan memberikan kepada saya tentang “Restorasi Pondok Daud” sebagai DNA gereja ini. Dalam Kisah Para Rasul 15:16-18 dikatakan, “Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula.”

Tuhan yang akan merestorasi Pondok Daud supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku. Makna ayat ini: “Supaya setiap lutut bertelut, setiap lidah mengaku, Yesus adalah Tuhan!”.

Dalam Wahyu 5, disebutkan tersungkurlah 24 tua-tua di hadapan Anak Domba memegang kecapi dan cawan emas yang berisi doa orang-orang kudus. Kecapi dan cawan emas berbicara tentang pujian, penyembahan dan doa, dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru. Lalu beribu-ribu laksa orang yang meresponi nyanyian itu dan semua makhluk di bumi, di sorga, di laut dan semua yang ada di dalamnya meresponi hal itu. Ayat ini juga berarti:  “Setiap lutut bertelut, setiap lidah mengaku Yesus adalah Tuhan!”.

Jadi Tuhan memilih gereja ini untuk melakukan itu, di mana DNA gereja kita adalah doa, pujian dan penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam. Sudah sejak awal dikatakan bahwa kalau kita melihat di dalam gereja kita sendiri saja, perkembangan orang yang bertobat itu luar biasa. Ada lebih dari 900 gereja dengan lebih dari 250.000 jemaat yang ada sekarang. Belum termasuk yang sudah pergi dan berjejaring dengan yang lain. Gereja ini sudah berjejaring dengan 8.000 Hamba-hamba Tuhan Garis Depan dari sekitar 240 denominasi  termasuk dengan 323 yayasan. Belum lagi jaringan kita dengan yang di luar negeri, itulah yang terjadi hari-hari ini.

Melihat hal ini melalui Church of God,  Tuhan menyuruh mereka menyusun satu ‘ilmu’ dan itu akan disebarkan ke seluruh dunia. Saya percaya penuaian yang terbesar di akhir zaman semua harus didasarkan dalam doa, pujian, penyembahan bersama-sama dalam unity siang dan malam.

Inilah yang dilakukan murid-murid Tuhan Yesus 2000 tahun yang lalu sebelum mereka menjadi saksi-Nya. Sebelum 120 orang murid dipenuhi oleh Roh Kudus, mereka berkumpul di kamar loteng Yerusalem. Mereka semua bertekun dalam doa bersama-sama siang dan malam. Ini adalah Pondok Daud! Jadi persiapan untuk penuaian besar itu harus melalui Restorasi Pondok Daud. Jika gereja tidak berdoa, memuji dan menyembah Tuhan maka itu bukanlah gereja, oleh karena itu Gereja harus melakukan doa, pujian dan penyembahan. Itulah yang Tuhan kehendaki dan saya percaya itulah yang Tuhan mau. “Ayo, kita sedang memasuki masa penuaian jiwa yang terakhir, waktu-Nya sudah singkat!”

Inti dari Restorasi Pondok Daud itu sebenarnya berbicara tentang keintiman dengan Tuhan. Tuhan Yesus datang ke dalam dunia ini, Dia lahir, Dia mati, Dia bangkit dan naik ke sorga. Semua itu Dia lakukan bagi Saudara dan saya karena Tuhan Yesus mengasihi Saudara dan saya. Tuhan Yesus mengasihi dunia ini!

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga dikaruniakan Anak-Nya yang tunggal, nama-Nya Yesus, supaya setiap orang yang percaya kepada Dia tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal”.

Ada apa dengan manusia sehingga Tuhan Yesus harus datang ke dalam dunia ini? Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Upah dosa adalah maut, mati! Mati disini berbicara tentang mati kekal selama-lamanya dan tempatnya dimana? NERAKA! Untuk itulah Tuhan Yesus datang, Dia lahir, Dia mati, Dia bangkit dan naik ke sorga.

Setelah kebangkitan-Nya, selama 40 hari Tuhan Yesus mengunjungi murid-murid-Nya, ada lebih dari 500 murid yang Dia kunjungi, untuk membuktikan bahwa Dia hidup! Dia menghibur dan menguatkan murid-murid-Nya yang stress dan depresi akibat kematian-Nya. Dengan disaksikan murid-murid-Nya, Tuhan Yesus naik ke sorga duduk di sebelah kanan Allah Bapa, dan Dia berjanji akan datang kembali untuk menjemput kita semua. Amin!

APA YANG TUHAN YESUS LAKUKAN PADA WAKTU DIA ADA DI SORGA?

1.  Menyediakan Tempat Bagi Kita

Yohanes 14:1-3, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.” Satu penghiburan yang Tuhan berikan bagi kita semua adalah “Janganlah gelisah hatimu…”.

2.  Menjadi Pengantara Bagi Kita

Tuhan Yesus menjadi Pengantara atau sebagai Pendoa Syafaat bagi kita, supaya kita diselamatkan secara sempurna. Dalam Ibrani 7:25 tertulis, “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.”

Keselamatan orang-orang Kristen terbagi menjadi 3, yaitu:

- Tidak Selamat (Kehilangan Keselamatan)

Ada pengajaran di luar yang berkata, “Asal sudah menjadi orang Kristen, apa pun yang dia lakukan tetap selamat”. Alkitab tidak pernah mengatakan demikian! Orang boleh berkata demikian tetapi Alkitab tidak pernah mengatakan demikian.

Banyaklah membaca perumpamaan Tuhan Yesus tentang Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga sehingga Saudara akan mengerti bahwa apa yang diajarkan seperti itu tidak benar. Sebagai orang Kristen kalau sampai akhirnya tidak bertobat dan tidak berbalik dari jalan-jalannya yang tidak benar, maka dia akan kehilangan keselamatan.

Matius 7:21-23, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang yang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”.

Mereka adalah orang-orang yang bernubuat, mengusir setan, membuat mujizat demi Nama Tuhan Yesus, tetapi akhirnya Tuhan Yesus berkata kepada mereka, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku!”. Kemanakah mereka ini? NERAKA!

Kesaksian Benny Hinn

Pada bulan April 2016 ketika Benny Hinn berada di Afrika Selatan, dia bersaksi tentang apa yang dialaminya. Di tahun 2015, Dia mendapat serangan jantung dan pada saat dia dibawa ke Rumah Sakit untuk dioperasi, dia bermimpi dan di dalam mimpi tersebut, dia melihat dirinya berada di satu antrian panjang menuju pintu sorga. Ada orang banyak yang berpakaian putih semua dan mereka adalah orang Kristen. Banyak diantara mereka itu adalah pendeta-pendeta. Kemudian dia melihat di sebelah pintu gerbang sorga itu ada Tuhan Yesus yang juga berpakaian putih berkilau-kilau. Disamping Tuhan Yesus ada seorang wanita yang memainkan piano. Setiap orang datang ke hadapan pintu gerbang sorga, Tuhan Yesus memberi tanda, kalau mengangguk maka wanita itu akan memainkan piano dengan melodi yang sangat indah lalu tiba-tiba pintu sorga akan terbuka dan orang ini masuk. Tetapi jika Tuhan Yesus menggelengkan kepala, maka musiknya menjadi lain, yaitu musik yang menakutkan dan iblis datang dan membawa orang itu ke neraka.

Benny Hinn melihat dari jauh, semua orang yang antri itu adalah orang Kristen dan pendeta, tetapi hanya 20% saja yang bisa masuk sorga dan 80% nya ditolak. Kemudian tibalah gilirannya, dia pun maju dan wanita yang memainkan piano tersenyum melihat dia karena dia adalah hamba Tuhan yang terkenal, tetapi ketika Tuhan Yesus melihat kepadanya, Tuhan Yesus tidak tertarik sama sekali dengannya. Dia tambah gemetar dan takut sebab kalau sampai Tuhan Yesus menggeleng, maka apa yang terjadi? Tetapi sebelum Tuhan Yesus memberikan keputusan menggeleng atau menggangguk dia pun terbangun. Dan tiba-tiba ada suara yang berkata, “Aku berikan kepadamu kesempatan yang kedua. Jangan gagal lagi!”.

Benny Hinn bercerita apa yang terjadi sampai dia mengalami hal seperti itu. Awal mulanya dia diberikan 2 tugas pelayanan, yang pertama adalah melayani orang dengan kuasa kesembuhan dan yang kedua, dia juga mempunyai hubungan yang intim dan bagus dengan Tuhan. Tahun 2010, dia bercerai dengan istrinya dan pada saat itu dia mengalami banyak kehilangan uang dan hubungannya dengan Tuhan pun mati! Namun dia tetap melayani dan dia tetap melihat mujizat masih terjadi dalam pelayanannya. Dia berkata, “Saya menjadi aktor yang bagus! Saya selalu menginginkan ada jutaan orang yang melilhat saya. Saya ingin terkenal dan dipuji-puji orang”. Itulah yang dilakukannya dan dia tahu bahwa pelayanan yang seperti itu tidak akan membuat pintu sorga terbuka baginya. Yang membuat pintu sorga terbuka adalah karena hubungan intim kita dengan Tuhan.

Saya pun pernah mengalami apa yang dialami Benny Hinn. Dalam setiap KKR, saya ingin banyak orang yang datang dan itu semua Tuhan berikan, tetapi kalau itu saya teruskan maka saya pasti akan mengalami seperti dia. Selama beberapa tahun terakhir Tuhan ubahkan semua dan sekarang saya mau beritahu Saudara bahwa saya sudah tidak tertarik dengan hal-hal yang seperti itu. Diberi hadiah “Chair”, saya hanya berterima kasih tetapi saya tidak tertarik untuk menjadikan hal itu satu kesombongan atau kebanggaan. Maaf, yang sekarang menarik perhatian saya adalah hanya mau hidup intim dengan Tuhan. Saya mau hidup intim dengan Tuhan dan itu yang betul-betul saya jaga sekarang. Setiap hari saya selalu menjaga supaya saya bisa merasakan hadirat-Nya. Begitu saya tidak bisa merasakan hadirat-Nya, saya akan cari dan koreksi diri saya. Mungkin ada yang tidak benar di hadapan Tuhan dan itu harus diselesaikan sebab yang paling penting hidup orang Kristen adalah pertobatan. Kalau Saudara setiap hari periksa diri dan bertobat maka Saudara pasti selamat. Tetapi kalau Saudara tidak lakukan itu maka Saudara bisa kehilangan keselamatan.

-  Nyaris Tidak Selamat

Dalam 1 Korintus 3:10-15 dikatakan bahwa kita membangun diri kita ini dengan dasar Tuhan Yesus karena kita beriman kepada Tuhan Yesus. Sekarang masalahnya kita harus membangun bukan hanya pondasinya saja. Kita harus membangun iman, kerohanian, hidup kita dan dengan bahan apa kita membangunnya? Apakah dengan emas, perak dan permata ataukah kayu, rumput kering atau jerami? Semuanya akan diuji dalam api,

• Jika tidak terbakar berarti dia membangun dirinya di atas emas, perak atau batu permata, dan akan mendapat upah.

• Jika terbakar, dia akan menderita kerugian. Selamat sih selamat tetapi seperti keluar dari dalam api. Itu hampir-hampir tidak selamat!

Seperti apa yang dilihat oleh Park Yong Gyu seorang pendeta dari Korea, pada waktu dibawa ke sorga dia melihat ada rumah besar-besar dan indahnya luar biasa. Dia dibawa pergi ke tempat yang cukup jauh dimana dia melihat seperti gudang-gudang dan ketika dia masuk, tempat itu persis seperti kandang ayam. Dia berkata, “Loh, ini kan hamba Tuhan yang terkenal dulu? Mengapa ada di sini?”. Dan Park Yong Gyu berkata, “Kalau saya boleh masuk sorga, saya tidak mau masuk yang itu, saya mau masuk yang pertama yang rumahnya besar-besar dan indah”.

Saudara jangan berpikir, “Ah, yang penting masuk sorga!”, meskipun itu puji Tuhan dan benar. Tetapi Saudara harus punya satu pengertiani, “Saya masuk sorga, saya mau mendapatkan keselamatan yang sempurna”.

-  Selamat Secara Sempurna

2 Petrus 1:5-11, “Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil kana pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.”

“Hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus” berbicara tentang keselamatan yang sempurna. Saudara akan mendapat upah dan memakai mahkota. Untuk itu kita harus bersungguh-sungguh untuk :

- Menambahkan iman kita dengan kebajikan, artinya berbuat baik.

- Menambahkan kebajikan dengan pengetahuan, artinya banyak membaca Firman Tuhan.

-  Menambahkan pengetahuan dengan penguasaan diri.

-  Menambahkan penguasaan diri dengan ketekunan.

-  Menambahkan ketekunan dengan kesalehan. Artinya, hidup kudus!

-  Menambahkan kesalehan dengan kasih akan saudara-saudara (seiman).

-  Menambahkan kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.

Kalau Saudara lakukan semua ini, maka, “Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” Tuhan mau kita selamat secara sempurna. Amin!

3. Mengirimkan Penghibur Yaitu Roh Kudus-Nya ke Dunia Ini

Pesan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya pada waktu itu, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung-ujung bumi” (Kisah Para Rasul 1:8).

Ada berapa banyak yang rindu untuk menjadi saksi Kristus? Kalau kita lihat peristiwa 2000 tahun yang lalu, mereka itu menjadi saksi Yesus setelah mereka dipenuhi dengan Roh Kudus dan berbahasa roh! Biarlah Saudara semua dipenuhi dengan Roh Kudus dengan tanda awal berbahasa roh. Untuk menjadi saksi Yesus Saudara harus penuh dengan Roh Kudus dan berbahasa roh. Kepenuhan Roh Kudus atau dipenuhi dengan Roh Kudus bukan sekali seumur hidup tetapi Saudara harus hidup dipenuhi Roh Kudus setiap hari secara terus menerus.

Mungkin Saudara mengalami tekanan dalam kehidupan, mungkin Saudara melakukan dosa yang belum diselesaikan dengan Tuhan, maka Saudara pasti akan mengalami kondisi tidak penuh dengan Roh Kudus. Tetapi meskipun demikian bahasanya tidak hilang, jadi walaupun Saudara tidak penuh Roh Kudus tapi masih bisa berbahasa roh! Tetapi yang Tuhan mau bukan itu, yang Tuhan mau Saudara tetap dalam kondisi penuh Roh Kudus dan berbahasa roh!. Amin.

Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo,

Minggu – 8 Mei 2016 di JCC, Senayan.

 
“BANYAK MENGUCAP SYUKUR DAN BERIBADAH DENGAN CARA YANG BERKENAN KEPADA-NYA!”

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan,

Satu minggu yang lalu kita telah merayakan Paskah dan sebelumnya, hari Jum’at Agung, kita memperingati kematian Tuhan Yesus. 1 Korintus 15:3-4 berkata, “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci.”

Saudara, saya ingin katakan bahwa “Tuhan Yesus BENAR-BENAR BANGKIT!” Tidak semua orang percaya bahwa Tuhan Yesus benar-benar bangkit. Karena pada waktu itu ada dusta Mahkamah Agama yang mengatakan mayat Tuhan Yesus dicuri oleh murid-murid-Nya dan berita itu sampai sekarang dituliskan dalam Alkitab. Mungkin banyak dan bukan hanya sebagian orang saja yang tidak percaya, tetapi kita bersukacita karena kita percaya Tuhan Yesus bangkit! Tuhan Yesus hidup!

Memasuki tahun 2016, Dia memberikan tema kepada kita, “Tahun 2016 adalah Tahun Pembebasan Seutuhnya!” Pada waktu Tuhan Yesus masih ada di bumi ini Tuhan Yesus mengatakan bahwa ‘Tahun Rahmat Tuhan’ yang artinya ‘Tahun Pembebasan’ – ‘Tahun Yobel’ itu telah datang. Apa yang Tuhan Yesus lakukan? Dia membebaskan orang-orang yang tertawan, orang-orang yang terikat, orang-orang miskin, orang-orang buta secara rohani maupun jasmani, semuanya Tuhan bebaskan! Artinya, yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, yang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, yang kusta menjadi tahir dan kepada orang-orang miskin diberitakan kabar baik. Itu yang dilakukan Tuhan Yesus pada waktu itu, karena Tuhan Yesus hidup maka kejadian itu bukan hanya terjadi 2000 tahun yang lalu, tetapi sampai dengan hari ini, hal itu masih sedang terjadi. Mukjizat itu masih berlangsung sampai sekarang dan Dia akan pakai Saudara dan saya yang diurapi oleh Roh Kudus dan kuat kuasa sebagai alat untuk melakukan penuaian jiwa besar-besaran. Kita sedang memasuki ‘Tahun Pembebasan Seutuhnya’ yang berarti tahun penuaian jiwa besar-besaran yang terbesar dan yang terakhir sebelum Tuhan Yesus datang untuk kali yang kedua.

Kesaksian Natan – ‘Masa depan dan kedatangan Tuhan yang kedua kali’

Ada seorang anak Yahudi berumur 15 tahun bernama Natan. Pada bulan September yang lalu dia dibawa ke Firdaus. Pada waktu dia pulang kembali, dia di-interview oleh para rabbi. Dan yang luar biasa, ketika dia ada di Firdaus dia berkata, “Luar biasa bagusnya” dan dia katakan bahwa di sana dia tiba-tiba mengerti apa yang akan terjadi di dunia. Dia berkata, “Sebenarnya dunia sudah masuk Perang Dunia ketiga.” Para rabbi kaget dan bertanya, “Sejak kapan?”. Dia menjawab, “Sejak tanggal 13 September 2015 yang lalu”. Tanggal 13 September 2015 adalah Tahun Baru-nya orang Yahudi dan ketika hal ini terjadi, saya berada di sana.

Di dalam Yoel 2:30-32, kita akan menemukan ‘blood moon’ dan ‘gerhana matahari’, ini berbicara tentang goncangan. Para rabbi lalu bertanya, “Kalau ini Perang Dunia ketiga, mengapa belum kelihatan perang semua?”. Natan berkata, “Belum, tetapi itu sudah dimulai. Itu tidak langsung terjadi, tetapi negara akan melawan negara”. Saudara, apa yang tertulis dalam Zakharia 14 sudah digenapi dan semua yang mendengar kaget. Kitab Zakharia bercerita tentang Yerusalem yang dikepung oleh bangsa-bangsa dan dia melihat orang Yahudi dibantai oleh mereka dan pada saat itu dia melihat Mesias datang. Saudara yang dikasihi Tuhan, pada waktu dia bercerita itu rabbi-rabbinya berkata, “Loh itu kan Zakharia 14” dan Natan malahan balik bertanya, “Oh ada ayatnya?” karena memang dia tidak pernah belajar akan hal itu. Apa yang dialami oleh Natan ternyata ada tertulis di dalam Firman Tuhan. Ketika Natan ditanya kapan hal ini akan terjadi, dia menjawab, “Tidak lama lagi”. Saya percaya bahwa sebelum itu terjadi, gereja Tuhan sudah diangkat.

GONCANGAN DAN MUJIZAT

Pesan Tuhan bulan ini berbicara tentang mukjizat dan goncangan. “Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam. Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam.” (Hagai 2:7-10)

Saudara, goncangan-goncangan sudah mulai terjadi dan itu akan menggoncang segala bangsa. Goncangan-goncangan itu akan bertambah keras, tetapi justru ditengah-tengah goncangan, di rumah-Nya Tuhan (orang-orang percaya) akan diberkati. “Sebab kepunyaan-Kulah emas, kepunyaan-Kulah perak”, kata Tuhan. Goncangan yang terjadi justru membuat kita yang adalah rumah Tuhan semakin diberkati lebih daripada sebelumnya. Goncangan yang terjadi akan membuat kemegahan rumah ini atau pertumbuhan secara rohani kita akan bertambah dan Tuhan akan memberikan damai sejahtera. Jika Saudara memiliki damai sejahtera maka Saudara tidak akan melihat keadaan. Baik susah atau senang, orang itu akan selalu senang, itulah damai sejahtera!

Ibrani 12:26-29, Sekali lagi Tuhan mengatakan bahwa segala sesuatu yang bisa Dia goncang akan digoncangkan. Tetapi yang luar biasa hanya Kerajaan Allah saja yang tidak bisa digoncang! Tidak tergoncangkan! Apakah Saudara mau mengalami itu semua?

KUNCI UNTUK MENGALAMI JANJI TUHAN

I. Banyak Mengucap Syukur

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” (1 Tesalonika 5:18)

Ada beberapa alasan mengapa kita harus mengucap syukur, yaitu:

1. Memuliakan Tuhan

“Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku;…” (Mazmur 50:23a)

‘Korban’ di sini berbicara tentang keadaan yang tidak enak, keadaan sakit, menderita, tertekan, dsb tetapi dalam keadaan seperti itu kita tetap berkata, “Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu”.

2. Segala Sesuatu Akan Mendatangkan Kebaikan

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28).

3.  Menghilangkan Kekuatiran Kita

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6)

4.  Agar Mukjizat Terjadi

Ketika Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang laki-laki (Yohanes 6) itu adalah mukjizat yang luar biasa! Dari 5 ketul roti dan 2 ekor ikan cukup untuk memberi makan 5000 laki-laki. Tuhan Yesus telah mengajarkan bagaimana supaya mukjizat itu terjadi yaitu: Tuhan Yesus memegang 5 ketul roti dan 2 ekor ikan, Dia menengadah ke atas dan berdoa, tetapi Dia mengucap syukur! Setelah itu Dia memecah-mecahkan roti dan ikan lalu Dia memanggil murid-murid-Nya untuk membagikannya kepada orang banyak. Mungkin saat itu murid-murid-Nya kaget karena roti dan ikan yang dibagi-bagikan kepada orang banyak tidak habis-habis, malahan sisa 12 bakul! Mukjizat terjadi ketika kita banyak mengucap syukur!

Alkitab mengajar kita, kepada Allah kita harus mengasihi Dia dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan kita. Kepada sesama manusia, kita harus mengasihi mereka seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Tetapi bagi kita sendiri Tuhan mau kita banyak mengucap syukur.

II. Beribadah Kepada Allah Dengan Cara Yang Berkenan Kepada-Nya

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:1-2)

Saudara, kita diminta untuk beribadah kepada Tuhan dengan cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan! Allah kita seperti api yang menghanguskan, jadi kita tidak boleh main-main, kita harus sungguh-sungguh takut akan Dia. Jika Saudara lakukan ini, maka Saudara akan diberkati berlimpah-limpah-limpah-limpah!

Roma 11:22 menuliskan bahwa kita harus memperhatikan kemurahan Allah, juga kekerasan Allah! Kalau kita sudah lahir baru artinya sekarang kita sudah masuk proses ‘sanctification’ (proses pengudusan atau pendewasaan). Dalam proses ini kita bisa ‘dihajar’ oleh Tuhan dan bisa juga dihajar-Nya itu habis-habisan. Tetapi ingat, Dia bukan kejam, Dia adalah Bapa yang punya maksud supaya kita mendapatkan bagian dalam kekudusan-Nya. Yaitu supaya kita selamat dan masuk sorga! Jadi jangan ada yang berkata bahwa Allah itu kejam! Tidak! Dia itu baik dan sungguh baik. Dia sangat mengasihi Saudara dan tidak ingin kita ini masuk neraka. Kalau bisa Dia mau semua orang diselamatkan. Itulah kasih karunia Tuhan dan terutama buat Saudara dan saya. Tuhan mau kita selamat dan masuk sorga bersama-sama dengan Tuhan Yesus selama-lamanya!

Kesaksian Kim Sang Ho

Ada seorang yang bernama Kim Sang Ho, dia adalah pendeta dibawah penggembalaan Dr. Yonggi Cho. Tiba-tiba istrinya meninggal dan setelah 5 hari dia bersama anak-anaknya pergi ke kuburan istrinya. Dia menangis dengan sedihnya begitu pula anak-anaknya. Dalam keadaan susah, frustrasi dan hancur hati dia menangis melihat anak-anaknya menangis dengan luar biasa. Apa yang terjadi? Dia melihat ada orang yang menghampiri dengan pedang yang panjang dan tiba-tiba orang itu menusuk jantung Kim Sang Ho hingga dia terkapar dan mati. Dokter berkata bahwa dia mati karena serangan jantung berat yang dahsyat. Mendengar ini Yonggi Cho kaget lalu dia mempersiapkan untuk penguburannya. Cara penguburan di sana berbeda, setelah 3 hari baru dimandikan dan dipakaikan baju yang baru setelah itu dimasukkan ke peti, dan dibawa ke kuburan.

Pada saat mereka sedang menyanyikan pujian penyembahan, tiba-tiba Kim Sang Ho bangkit dan hidup! Saat Itu orang-orang yang sedang bernyanyi berhamburan lari! Mereka berteriak, “Hantu! Hantu!”. Lalu orang-orang banyak itu melihat dari kejauhan dan Kim Sang Ho duduk disebelah petinya memanggil-manggil mereka. Tetapi orang-orang itu saling mendorong, “Sudah, kamu duluan saja…kamu duluan”. Begitu mereka datang Kim Sang Ho bertanya, “Mengapa saya mau dikubur?”. Mereka berkata, “Kamu ini sudah dinyatakan mati oleh dokter akibat serangan jantung!”.

Kemudian Kim Sang Ho menceritakan apa yang telah dialaminya kepada Yonggi Cho, berikut ini kisahnya:

Pada waktu ada seorang yang datang dengan pedang panjang dan menusuk jantungnya, tiba-tiba dia melihat ada 3 seperti bintang jatuh dari langit dan ternyata itu adalah 3 malaikat. Kemudian yang satu menggandeng lengan kanan, yang satu lengan kiri dan yang satunya sebagai penunjuk jalan. Malaikat itu berkata, “Ayo kita pergi sekarang, kita pergi ke sorga!”. Ketika hendak berjalan dia melihat tubuhnya dan bertanya, “Tubuh saya itu bagaimana?”. Malaikat berkata, “Lupakan saja, nanti gampang. Pokoknya sekarang kita pergi”. Singkat cerita, sampailah mereka di sorga. Pintu dibuka dan dia melihat ada Tuhan Yesus di situ, banyak malaikat dan roh orang-orang kudus dan menyambut dia, “Haleluya!”. Tiba-tiba dia melihat Daud dan berjabat tangan dengannya, ia juga melihat Stefanus dan bertanya kepadanya, “Bagaimana waktu dilempari batu? Sakit tidak waktu itu?”. Mungkin ada di antara kita yang bertanya, “Kok’ tahu kalau itu Daud? Kok’ tahu kalau itu Stefanus?”.

Ketika Tuhan Yesus bersama ketiga murid-Nya, Petrus, Yohanes dan Yakobus diatas gunung yang di Israel bernama Gunung Tabor, Tuhan Yesus tiba-tiba beralih rupa dengan tubuh kemuliaan dan bercakap-cakap dengan Elia dan Musa. Waktu Petrus melihat itu, dia berkata, “Aduh alangkah senangnya. Biarlah aku buatkan kemah, satu untuk Tuhan Yesus, satu untuk Elia dan satu untuk Musa”. Pertanyaannya, “Mengapa Petrus tahu kalau itu Musa dan Elia? Apa dia pernah melihat fotonya?” Pada zaman itu tidak ada foto dan jarak antara zaman Elia dengan Petrus itu sekitar 700 – 800 tahun. Bahkan dengan zaman Musa sekitar 1500 tahun jaraknya. Darimana mereka mengetahuinya? Seperti yang dialami Natan, remaja berumur 15 tahun tadi, ketika di sana tiba-tiba dia jadi mengerti saja! Jadi kalau kita berada di alam yang sekarang ini, kita tidak bisa mengenali seseorang jika kita tidak melihat foto, tetapi di sana itu tidak berlaku.

Kemudian Kim Sang Ho menceritakan bahwa Sorga itu sangat indah, di sana ada sungai yang sangat besar dengan pohon-pohon dan buah-buahnya ditanam di sepanjang sungai itu. Di mana-mana ada tempat duduk dan orang-orang bisa duduk bercengkerama sambil menggapai buah dari pohon itu serta memakannya. Ketika buah itu dimakan, maka tercium bau wewangian keluar dari tubuh orang itu dan udara di sana dipenuhi dengan wangi-wangian dan musik yang indah.

Kemudian mereka berjalan terus karena masih banyak yang mau diperlihatkan kepadanya. Lalu dia dibawa ke satu auditorium yang begitu besar, dia melihat seperti ada jutaan orang yang berkumpul bersama-sama dengan malaikat sedang menyembah Allah. Dikatakan bagaikan gelombang laut mereka bersujud menyembah, ada musik, damai sejahtera, sukacita yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata dan dia bergabung dengan mereka. Saya mau bertanya, kalau kita sudah di sana, sampai kapan kita akan mengalami ini? Selama-lamanya!

Ketika dia hendak diajak melanjutkan perjalanan, Kim Sang Ho bertanya, “Bolehkah saya bertemu istri saya yang 5 hari lalu meninggal?”. Dan mereka menjawab, “Kamu ke sini justru istri kamu yang meminta kepada kami supaya kamu datang ke sini!”. Jadi istrinya hendak memberitahu karena melihat anak-anaknya yang begitu susah. Istrinya berkata kepadanya, “Kasih tahu anak-anak, aku senangnya luar biasa di sini. Nanti kasih tahu anak-anak, yang paling besar mau jadi pendeta, suruh sungguh-sungguh dengan Tuhan. Layani Tuhan supaya nanti kita sama-sama di sini”. Dan dia melihat wajah istrinya cantik luar biasa! Seharusnya para suami mengatakan istrinya cantik luar biasa, meskipun orang lain menganggap istrinya jelek. Waktu hal ini diceritakan kepada Yonggi Cho, dia antara percaya dan tidak, “Hah? Istrimu benar-benar cantik di sana?”. Sebab Yonggi Cho mengenal istrinya karena kalau ada pelayanan di sana selalu dilayani istrinya dan dia pernah berkata, “Ini wanita jeleknya luar biasa”, sampai dia juga berkata, “Kasihan ya Kim Sang Ho, dapat nyonya kok jeleknya seperti ini”. Tetapi ketika di sorga ada satu perubahan di mana istrinya cantiknya luar biasa! Jadi sekarang kita yang di sini relatif jelek, di sana nanti pasti cantik, tampan, sehat, kuat. Haleluya!

Kim Sang Ho diajak untuk melihat rumah-rumah dan dia bertanya, “Bolehkah saya melihat rumah saya?” dan dia diperbolehkan. Tetapi ketika dia sedang berjalan menuju rumahnya dia melihat ada wanita tua, “Loh ini wanita yang dulu bekerja di gereja saya”. Waktu itu dia hanya membersihkan gereja, memanaskan oven, pokoknya melakukan pekerjaan yang kotor dan tidak ada orang yang memperhatikan apa yang dia kerjakan. Sepertinya tidak ada artinya buat orang-orang, tetapi rumahnya di sorga itu besar! Sebaliknya ada penatuanya yang dulu agak sombong ternyata rumahnya jauh lebih kecil. Tetapi masih untung masuk sorga! Namun begitu melihat rumahnya sendiri, Kim Sang Ho menangis karena tidak ada atapnya! Dia menangis, “Tuhan Yesus, rumah saya tidak ada atapnya!”. Tuhan Yesus berkata, “Ya, ya, jangan kuatir. Kamu akan kembali ke bumi lagi”. Dan ini yang menarik yang Tuhan Yesus katakan, “Kamu akan kembali ke dunia dan pekerjaan baikmu merupakan material yang naik ke sorga untuk menyelesaikan rumah ini”. Tuhan minta supaya kita mempersembahkan tubuh ini sebagai persembahan yang hidup. kudus dan berkenan kepada Allah dan itu untuk mengirim material untuk menyelesaikan rumah kita di sana.

Setelah mereka berbincang-bincang, tiba-tiba Tuhan Yesus berkata, “Eh, kamu cepat kembali ke bumi sebab sebentar lagi tubuhmu akan dikubur. Kalau tidak kamu tidak punya tubuh nanti!”. Waktu dia mau berjalan keluar tiba-tiba ada suara, “Sebentar!...”, ketika dia menoleh ternyata dia bertemu dengan Abraham. Abraham terlihat sangat muda seperti Yesus dan dia memberikan pesan kepada Kim Sang Ho, “Kamu akan kembali ke dunia kan? Katakan kepada mereka bahwa Kristus akan segera datang dan lebih cepat daripada yang kamu kira dan biarkan mereka bersiap karena Kristus akan segera datang!”.

Ps. Yonggi Cho telah menyaksikan ini semua sekitar 39 tahun yang lalu dan kejadian Kim Sang Ho meninggal itu terjadi sekitar 50 tahun lebih yang lalu. Ketika Ps. Yonggi Cho bersaksi tentang Kim Sang Ho, beliau masih hidup, tetapi pada tahun 2007 Kim Sang Ho meninggal untuk kedua kalinya di usianya yang ke 88 tahun. Sesuatu yang luar biasa, kisah ini baru di –publish di YouTube pada tanggal 8 April 2015, tetapi saya baru mengetahui kisah ini di awal tahun ini.

Jika saya berikan kesaksian ini mungkin ada yang berkata, “Wah, ini sudah lama!”, tetapi bagi saya pesan Abraham 50 tahun yang lalu sudah berkata, “Tuhan Yesus segera datang!”, Ini adalah pesan buat Saudara yang sangat penting! Tuhan bukan hanya “segera datang” melainkan “sangat segera datang!”

Kalau Saudara mempunyai pengertian seperti itu maka cara hidup Saudara dan cara berpikir Saudara pasti akan berbeda dan Saudara pasti tidak akan main-main. Sebentar lagi Tuhan Yesus akan datang! Dia hidup, Dia sudah bangkit bagi Saudara dan saya. Kuasa kebangkitan-Nya akan memampukan kita untuk terus bertahan sampai Dia datang kembali. Haleluya!

Quote:

“Banyak mengucap syukur dan beribadah

dengan cara yang berkenan kepada-Nya”

Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo,

Minggu – 3 April 2016 di JCC, Senayan.

 

 
“BERIBADAH KEPADA TUHAN DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH MEMBAWA PEMBEBASAN SEUTUHNYA!”

Shalom saudara yang dikasihi Tuhan, waktu berjalan begitu cepat, dengan tidak terasa kita sudah memasuki bulan ketiga di tahun 2016. Tahun 2016 Tuhan memberikan tema, “Tahun 2016 adalah Tahun Pembebasan Seutuhnya”. – The Year of Total Deliverance.” Seperti apa yang tertulis dalam Lukas 4:18-19, Tuhan Yesus berkata bahwa Tahun Rahmat Tuhan telah datang! Tahun Yobel telah datang! Tahun Pembebasan telah datang! Apa yang Tuhan Yesus lakukan? Dia membebaskan orang-orang yang tertawan, orang-orang yang tertindas, orang-orang miskin dan orang-orang yang buta baik; secara rohani maupun jasmani. Tuhan bebaskan! Saya tidak tahu keadaan Saudara hari ini, adakah di antara Saudara yang memerlukan pembebasan seutuhnya? Tuhan akan memberikan Saudara pembebasan seutuhnya.

PEMBEBASAN SEUTUHNYA BAGI BANGSA ISRAEL

Keluaran 2-12 mengisahkan bagaimana Tuhan melakukan pembebasan seutuhnya bagi orang Israel yang ada di Mesir. Ketika orang-orang Israel berada di Mesir, mereka ditindas, diperbudak sehingga mereka berteriak kepada Tuhan dan akhirnya Tuhan mendengarkan teriakan mereka dan berkata, “Aku mengingat perjanjian-Ku dengan Abraham, Ishak dan Yakub”.

Bangsa Israel telah hidup di tanah Mesir selama 430 tahun. Mesir secara rohani berbicara tentang sistem dunia yang dikendalikan oleh Iblis. Firaun sebagai penguasa Mesir berbicara tentang penguasa yang mengendalikan sistem dunia, yaitu Iblis sendiri. Untuk membebaskan orang Israel keluar dari Mesir, Tuhan mengutus Musa dan Harun untuk menghadap Firaun. Ternyata pembebasan seutuhnya itu tidak mudah, Musa dan Harun harus melakukan peperangan rohani melawan Firaun.  Dalam hal ini mereka hanyalah sebagai alat dalam peperangan rohani tersebut, sebab yang melakukan peperangan itu adalah Tuhan sendiri.

Penerapan pembebasan seutuhnya bagi bangsa Israel adalah Tuhan membawa orang-orang Israel keluar dari perbudakan dan penindasan di Mesir dan membawa mereka kepada Tuhan supaya mereka dapat beribadah kepada Tuhan di padang gurun, setelah itu mereka dibawa ke negeri yang penuh susu dan madu.

Aplikasi pembebasan seutuhnya bagi kita orang-orang pilihan Tuhan atau orang-orang Israel secara rohani adalah Tuhan membebaskan kita dari perbudakan dan penindasan oleh dosa dan Iblis, kita dibawa kepada Tuhan untuk mengenal Dia dan kita beribadah kepada-Nya.

Padang gurun berbicara tentang PROSES. Setelah melewati proses demi proses, saudara dan saya akan dibawa ke negeri atau tanah yang penuh susu dan madu.Tanah yang penuh susu dan madu berbicara tentang:

1. Hidup berkelimpahan di dalam segala hal (Yohanes 10:10)

2. Berbicara tentang SORGA

Proses ini sebenarnya adalah PROSES KESELAMATAN bagi Saudara dan saya! Pembebasan seutuhnya berbicara tentang proses keselamatan.

PEMBEBASAN SEUTUHNYA BAGI ORANG PERCAYA

Sejak awal Firaun atau penguasa sistem dunia yaitu Iblis tidak menghendaki pembebasan seutuhnya terjadi. Pembebasan seutuhnya adalah peperangan rohani. Bagian Tuhan adalah melepaskan tulah dan bagian Musa adalah taat akan perintah Tuhan. Artinya Tuhan yang berperang ganti kita. Tulah ke-1, ke-2 dan ke-3 masih belum ‘mempan’ dan mereka masih tetap tegar-tengkuk, tetapi saat tulah keempat diberikan, barulah Firaun memanggil Musa.

Ada 4 tipu daya Firaun/ iblis yang dilakukan kepada orang Israel dan juga kepada kita sebagai orang percaya, yaitu:

1. Boleh Menjadi Orang Percaya, Tetapi Gaya Hidup Harus Tetap Sama Dengan Orang Dunia (Keluaran 2-8)

Tuhan memberikan tugas kepada Musa untuk membawa orang Israel keluar dari Mesir untuk beribadah ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya. Setelah tulah ke-4, barulah Firaun memanggil Musa dan berkata, “Sekarang kamu boleh beribadah, tetapi di Mesir saja”. Saat itu, Musa langsung menjawab, “Mana bisa kami beribadah di Mesir! Ibadah kami adalah merupakan kekejian bagi Bangsa Mesir. Jadi kalau kami beribadah di Mesir, kami akan dilempari batu!” (Keluaran 8:25-27)

Pengertiannya: Kita boleh beribadah; boleh menjadi orang percaya, tetapi gaya hidup kita harus sama dengan orang dunia supaya kita tidak dihukum, atau supaya kita bisa hidup. Hari-hari ini kita banyak mendengar orang berkata, “Kalau kita berbisnis tidak sama dengan cara yang dilakukan dunia, mana bisa kita hidup? Mana bisa jalan bisnisnya? Mana mungkin mendapat pergaulan yang enak dengan orang dunia kalau kita tidak mengikuti cara-cara mereka (minum minuman keras, pesta-pora, mabuk-mabukan, narkoba, perzinahan)”. Berhati-hatilah! Itu salah satu tipu daya Iblis.

Wahyu 13:16-18, “Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.”

Ada masanya di mana orang tua-muda, kaya-miskin, orang merdeka atau orang tertawan harus memakai tanda di tangan kanan atau dahinya dan kita tahu itu adalah chips yang beritanya sudah ramai beredar hari-hari ini yang tandanya adalah ‘666’.

Saya kuatir kalau Saudara sebagai orang Kristen atau sebagai orang percaya, masih kompromi dengan cara atau gaya hidup seperti orang di dunia, Saudara tidak akan tahan, sebab kalau tidak memakai chips Saudara tidak akan bisa berjualan atau membeli. Itu benar-benar sesuatu yang luar biasa! Tetapi Saudara harus tahu bahwa yang memakai chips itu tempatnya di NERAKA!

Salah satu tipu daya iblis adalah: “Kamu boleh jadi orang Kristen, tidak apa-apa…tetapi gaya hidupmu tetap harus tetap sama dengan orang dunia supaya kamu dapat hidup!”. Waktunya sudah sangat singkat, Saudara harus hidup sesuai dengan Firman Tuhan, agar sebelum hal ini terjadi kita sudah diangkat.

2. Boleh Menjadi Orang Percaya, Tetapi Jangan Terlalu Serius (Keluaran 8:28)

Setelah Musa menolak tawaran Firaun, dia berkata kepada Firaun, “Tuhan menyuruh kami harus pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban. Jadi kami tidak bisa mempersembahkan korban di Mesir. Kami tolak itu, kami tidak bisa!”

Firaun berkata, “Baiklah kalau begitu, kamu boleh pergi ke padang gurun. Berapa hari perjalanannya? Tiga hari? Wah, terlalu lama. Kamu boleh beribadah ke padang gurun, tetapi jangan jauh-jauh. Biarlah kurang dari tiga hari tetapi setengah hari atau satu hari saja perjalanan jauhnya”.  Pengertiannya: Kamu boleh jadi orang Kristen, tetapi jangan terlalu serius. Jangan jauh-jauh! Jangan sungguh-sungguh! Inilah tipu daya iblis.

Saudara yang dikasihi Tuhan, hari-hari ini kita banyak menemukan pengajaran-pengajaran yang disebut dengan pengajaran hyper grace yang justru membuat kita, orang-orang Kristen tidak sungguh-sungguh!

Hyper grace mengajarkan, “Tuhan mengampuni semua dosa yang telah kita lakukan dan yang akan kita lakukan. Jadi dosa masa lalu, dosa masa kini dan dosa yang akan datang sekaligus sudah diampuni. Allah tidak melihat lagi dosa apa pun yang kita perbuat setelah lahir baru. Karena Dia melihat kita sudah sempurna dan kudus di dalam Anak-Nya.”

Jika pengajaran seperti ini benar adanya, perlukah kita hidup sungguh-sungguh dengan Tuhan? Bukankah setelah saya bertobat dan lahir baru, mau berbuat apa pun saya sudah diampuni? Jika pengajarannya seperti ini maka tidak akan ada orang Kristen yang hidup sungguh-sungguh! Buat apa rajin ke gereja, hidup kudus, menjaga hidup sesuai dengan Firman Tuhan? Tetapi Alkitab berkata bahwa dosa itu akan diampuni kalau kita bertobat! 1 Yohanes 1:9 dengan jelas berkata, Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jadi syarat supaya dosa kita diampuni adalah pertobatan.

Hyper grace sangat menentang pertobatan dengan berkata, “Kasih karunia mengalahkan pentingnya pertobatan. Pertobatan tidak penting setelah lahir baru, karena semuanya telah dibayar oleh Tuhan Yesus di atas kayu salib. Mohon pengampunan identik dengan dosa, karena artinya meremehkan pengampunan sempurna melalui salib Kristus!”. Sehingga hyper grace mengajarkan berdoa, “Terima kasih, Tuhan. Meskipun saya berbuat dosa saya tetap sempurna di hadapan-Mu!”. Luar biasa!

John Calvin yang dikenal dengan ‘Calvinisme’ memiliki paham, “Sekali Selamat Tetap Selamat”, sama dengan Hyper grace. Tetapi sesungguhnya berbeda! Ada 2 hal dari paham ini yaitu tentang hukum dan pertobatan. “Pertobatan bukan hanya permulaan kehidupan Kristiani tetapi itulah gaya hidup Kristiani yang sebenarnya.” Pertobatan bukan hanya pada waktu kita mengalami kelahiran baru, yaitu bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus lalu selesai, tetapi justru pertobatan adalah gaya hidup kita setiap hari dan setiap saat kita koreksi diri. Barulah Saudara akan menjadi orang Kristen yang sungguh-sungguh.

Kalau Saudara berdosa terus-menerus atau setelah tahu kebenaran dengan sengaja tetap berbuat dosa; dan kalau itu saudara bawa sampai akhir, maka tempatnya di NERAKA!

Ibrani 10:26-28 berkata, Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi.

Saya mendengar banyak orang tertekan, merasa bersalah dan tertuduh gara-gara “dihakimi” oleh hukum. Semua terjadi karena dia tidak bisa menjalankan itu. Orang ini selalu merasa tertuduh sehingga begitu mendengar pengajaran dari hyper grace langsung merasakannya sebagai kelepasan. Itu adalah kelepasan yang semu. Lebih baik Saudara datang kepada Tuhan Yesus dan berkata, “Tuhan, saya sungguh-sungguh mau melakukan tetapi saya tidak bisa melakukannya. Ampuni saya, Tuhan!”. Tuhan Yesus pasti mengampuni Saudara dan jangan lupa, yang bisa membuat kita mampu melakukan Firman Tuhan itu bukan karena kekuatan kita, tetapi karena kasih karunia! Kalau saudara hidup intim dengan Tuhan, saudara pasti bisa melakukannya. Bukan dengan kekuatan kita melainkan kekuatan dari Tuhan, yaitu kasih karunia Tuhan.

3. Boleh Beribadah, Tetapi Hanya Suami, Jangan Seluruh Keluarga (Keluaran 10:12)

Pada tulah ke-5, 6, 7 sampai ke-8, Firaun masih tetap tegarkan dirinya atau tegar tengkuk, lalu setelah tulah ke-8 akhirnya Firaun tidak tahan dan memanggil Musa. Lalu bertanya, “Siapa sih yang sebenarnya akan pergi?” Musa langsung menjawab, “Yang akan pergi adalah orang-orang muda dan yang tua, anak laki-laki, perempuan dengan kambing-domba kami, lembu-sapi kami sebab kami harus mengadakan perayaan untuk Tuhan”. Langsung Firaun menawar lagi, “Baiklah, kamu boleh pergi, tapi hanya laki-laki saja yang boleh pergi”. Ini pun langsung ditolak oleh Musa! Sebab artinya Firaun atau Iblis berkata begini, “Sudahlah, yang percaya biar laki-laki saja, isteri dan anak-anak tidak perlu jadi orang percaya”.

Saudara, kalau suami-suami tidak bertindak sebagai imam, maka istri dan anak-anaknya pasti tidak sungguh-sungguh dengan Tuhan. Mazmur 128 berbicara tentang “Berkat Atas Rumah Tangga”, di situ jelas dikatakan bahwa kalau orang laki-laki atau suami-suami takut akan Tuhan dan hidup sebagai imam, maka istri dan anak-anaknya semua menjadi sungguh-sungguh.

Ada sebuah data yang menuliskan bahwa: Jika suami sungguh-sungguh dengan Tuhan, maka 70% dari anak-anaknya yang sungguh-sungguh dengan Tuhan. Kalau isterinya yang sungguh-sungguh dengan Tuhan, maka hanya 30% anak-anaknya yang sungguh-sungguh dengan Tuhan. Jadi berarti peranan suami ini sungguh luar biasa penting. Kalau suami - isteri sungguh-sungguh dengan Tuhan, maka 100% anak-anaknya yang sungguh-sungguh dengan Tuhan. Seluruh keluarga diselamatkan. Tuhan menghendaki seluruh keluarga diselamatkan, baru setelah itu Saudara akan mengalami pembebasan seutuhnya.

4. Boleh Menjadi Orang Percaya, Tetapi Tidak Perlu Dengan Harta (Keluaran 10:24)

Firaun tetap mencoba tawar menawar dengan Musa, tetapi Musa tetap menolak sampai akhirnya datang tulah ke-9 yaitu gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari. Tulah ini sangat menekan orang Mesir sehingga membuat Firaun kembali memanggil Musa, “Hei Musa, kamu semua boleh pergi beribadah kepada Tuhan, tetapi….(jadi masih ada ‘tapi’nya)…kambing-dombamu dan lembu-sapimu harus ditinggalkan, juga anak-anakmu boleh turut bersama kamu”.

Musa menjawab, “Tidak bisa! Kalau kami meninggalkan ternak kami, justru ternak kami itulah yang harus kami ambil untuk beribadah kepada Tuhan”. Jadi untuk beribadah kepada Tuhan memerlukan uang.

Saudara, Tuhan tidak memerlukan uang saudara, tetapi pekerjaan Tuhan atau pelayanan Tuhan itu butuh uang! Karena itulah Tuhan memberkati saudara, tetapi jangan lupa, Iblis tidak senang, dia akan terus berusaha untuk mencuri berkat yang Tuhan sudah sediakan bagi saudara.

KUNCI SUPAYA BERKAT TUHAN TIDAK DICURI IBLIS

Saudara, cukup banyak orang Kristen kehilangan berkat karena tidak mengikuti kunci-kunci yang Tuhan berikan. Kunci berkat supaya berkat Tuhan tidak dicuri Iblis, yaitu:

1.  Memberi Persembahan Buah Sulung

Amsal 3:9-10, “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya.”

2.  Memberi Persembahan Persepuluhan

dan Persembahan Khusus

Maleakhi 3:8-12, “Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa! Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam. Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman TUHAN semesta alam”.

3. Memiutangi Tuhan

Amsal 19:17, “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu”.

Memiutangi Tuhan artinya membuat Tuhan berhutang kepada kita. Saya berkata, “Tuhan, yang punya hutang itu saya, Tuhan…saya yang punya hutang sama Tuhan. Saya tidak bisa membalas Tuhan. Saya seharusnya mati, tetapi saya diberikan hidup kekal selama-lamanya! Seharusnya saya itu masuk neraka. Saya berhutang kepada Tuhan”, tetapi bagaimana Tuhan berhutang kepada kita? Yaitu kalau kita menaruh belas-kasihan kepada orang-orang lemah.

4. Memberi Dalam Kekurangan

Mazmur 126:5-6, “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.” Berkas-berkas di sini berbicara tentang berkat-berkat Tuhan.

Menabur untuk Tuhan itu bukan hanya pada waktu kita mengalami kelebihan, tetapi justru pada saat seseorang sedang mengalami kekurangan. Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, yang berjalan maju sambil menangis, tetapi menabur benih; pasti pulang dengan bersorak-sorai sambil membawa berkat-berkat-Nya!

5. Menabur Banyak

2 Korintus 9:6-8, “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.: “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga”.

Saudara, apa yang tidak sesuai Firman Tuhan semua ditolak oleh Musa dan itu juga yang harus kita lakukan, karena Firaun tetap tegar-tengkuk, maka tulah ke-10 terjadi, yaitu semua anak sulung mati! Semua anak sulung manusia termasuk anak sulungnya Firaun yang duduk di tahta, anak sulung hewan, semua mati! Malam itu di Mesir terjadi teriakan sebab tidak ada keluarga yang tidak mempunyai anak sulung, semuanya punya dan malam itu semuanya mati!

Melihat itu semua, Firaun tidak tahan dan  berkata, “Sekarang kamu pergi! Bawa semuanya!”. Sebelum ini terjadi Musa sudah memberi perintah kepada orang-orang Israel, “Nanti kalau kamu keluar dari Mesir, kamu datangi orang-orang Mesir dan katakan, “Berikan kami emas, perak, kain-kain. Ayo kasihkan kepada kami!”. Awalnya orang Israel antara percaya atau tidak percaya, “Apakah akan diberi ya? Minta emas, perak dan kain?”. Tetapi ternyata mereka diberi!

Saudara, Firman Tuhan berkata, “Tuhan membuat orang-orang Mesir bermurah hati kepada orang-orang Israel” dan malam itu, dalam satu malam setiap orang Israel menjadi jutawan! Ini benar! Mungkin ada di antara Saudara yang sedang bergumul selama berbulan-bulan, tetapi ada saatnya dalam tempo satu malam, apa yang Saudara doakan selama ini akan Saudara terima. Amin!

Saudara yang dikasihi Tuhan, orang Israel keluar dari Mesir dan beribadah kepada Tuhan. Mereka memang diproses di padang gurun, tetapi akhirnya mereka masuk dalam ‘tanah perjanjian’ tanah yang penuh susu dan madunya, yaitu SORGA! Amin.

 

Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo,

Minggu – 6 Maret 2016 di JCC, Senayan.

 
“JANGAN ADA AKAR PAHIT!”

Shalom Saudara yang dikasihi Tuhan,

Waktu berjalan begitu cepat dan tidak terasa kita sudah memasuki bulan kedua di tahun 2016 ini. Tuhan terus berbicara kepada saya, “Beritahu jemaat supaya lebih banyak lagi membaca Alkitab tentang perumpamaan-perumpamaan Kerajaan Sorga atau Kerajaan Allah; seperti yang diberikan oleh Tuhan Yesus.” Ada beberapa hal yang Tuhan ingatkan tentang Kerajaan Allah atau Kerajaan Sorga, yaitu:

I. JANGAN KUATIR

Matius 6:31–34, “Jangan kamu kuatir, apa yang akan kamu makan, apa yang akan kamu minum dan apa yang akan kamu pakai. Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Tetapi Bapamu yang di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Karena itu carilah dulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya…semuanya (apa yang saudara butuhkan?)…akan ditambahkan kepadamu.”

Apa hubungannya antara kekuatiran dengan keselamatan? Tuhan Yesus juga memberikan perumpamaan tentang seorang penabur benih yang menabur benihnya. Benih di sini berbicara tentang Firman Tuhan (Matius 13:1–23).

Dalam ayat yang ke-7, benih yang jatuh di tanah yang bersemak belukar berduri  menggambarkan tentang orang Kristen yang menerima dan mengerti Firman Tuhan, namun kemudian hatinya dikuasai oleh kekuatiran tentang hal-hal yang duniawi; tipu daya kekayaan dan kenikmatan hidup.

Banyak gereja masa kini lebih menekankan pengajaran-pengajaran tentang bagaimana caranya untuk meraih hal-hal itu, dan bukannya visi tentang  kerajaan Allah. Padahal semuanya itu adalah hal-hal yang fana. Akhirnya mereka kehilangan visi tentang Kerajaan Allah, pertumbuhan  rohani nya terhalang, tidak bertumbuh dan berbuah, dan akhirnya mati rohani.  Artinya kehilangan keselamatan!

II. Pelihara Iman dan Ketaatan Kepada Tuhan Yesus

Matius 22:1–14, berbicara tentang perjamuan kawin. Tuhan Yesus mengatakan bahwa Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang akan mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Dia mengundang orang-orang tetapi sayang yang diundang tidak mengindahkannya, bahkan ada yang menangkap dan membunuh para hamba-hambanya yang disuruh mengundang tadi. Kemudian marahlah sang raja dan berkata, “Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu, karena itu kamu pergi dan undang semua orang yang kamu jumpai baik yang jahat maupun yang baik!”. Akhirnya hamba-hambanya pergi ke persimpangan-persimpangan jalan untuk mengundang orang-orang untuk masuk ke perjamuan kawin itu sampai akhirnya penuhlah ruangan itu dengan tamu-tamu. Ketika raja masuk dan bertemu dengan tamu-tamu, ia melihat ada seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya, “Hai saudara, bagaimana engkau bisa masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta?”. Tetapi orang itu diam saja. Lalu apa yang dilakukan raja itu? Raja itu berkata kepada hamba-hambanya, “Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi!”. Dimanakah itu? NERAKA!  Kemudian Tuhan Yesus berkata, “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Undangan ke perjamuan kawin berbicara tentang undangan untuk percaya kepada Tuhan Yesus, undangan kepada keselamatan, undangan untuk masuk dalam Kerajaan Sorga atau Kerajaan Allah. Undangan ini pertama-tama prioritasnya diberikan kepada bangsa pilihan Tuhan yaitu umat Israel, tetapi mereka telah menolak. Karena mereka menolak maka Saudara dan saya ada di tempat ini.

Saudara yang dikasihi Tuhan, kalau kita bisa datang ke pesta itu bukan karena inisiatif kita, tetapi karena Dia yang mengundang kita. Yang menjadi bagian kita pada waktu kita diundang adalah: datang! Itu sesuai dengan Efesus 2:8-9, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” Kita diselamatkan karena kasih karunia dan iman, ayat ini jangan dipotong-potong! Hari-hari ini kita sering mendapat pengajaran bahwa kita diselamatkan hanya karena kasih karunia ‘tok.’ Bagian Tuhan kasih karunia, tetapi bagian kita adalah iman!

Satu hal yang penting setelah kita percaya Tuhan Yesus dan mengalami kelahiran baru yaitu kita harus pakai pakaian pesta. Pakaian pesta berbicara tentang kesiapan kita, iman yang benar kepada Tuhan Yesus, ketaatan yang terus-menerus kepada perintah-Nya, dan semua itu karena kasih karunia Tuhan. Kalau kita tidak memakai pakaian pesta, akibatnya, “Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi!”. Saya berdoa agar itu tidak terjadi pada kita sebab kita semua memakai pakaian pesta. Sebenarnya siapakah yang mengenakan pakaian pesta itu? Apakah raja, kita atau dengan tiba-tiba kita sudah memakai pakaian pesta? Kita yang harus mengenakan pakaian pesta itu kepada diri kita sendiri, sedangkan raja hanya menyediakannya. Roh Kudus menolong kita untuk bisa hidup dalam ketaatan, kekudusan, dan sebagainya, tetapi kitalah yang harus melakukan semua itu dalam kasih karunia-Nya.

QUOTATION HYPER GRACE

Saya pernah menyaksikan tayangan TV di mana ada seorang yang berkata: “Orang Indonesia kalau melihat satu quotation (cuplikan atau tulisan) maka itu dianggap benar tanpa dia memeriksa dan mempelajarinya.” Salah satu quotation dari hyper grace adalah sbb:

Karena engkau tidak berbuat apa-apa untuk berhak mendapatkan Hadirat-Nya dalam hidupmu,

maka tidak ada pula yang dapat kau lakukan yang dapat menyebabkan Hadirat-Nya meninggalkanmu

Mari kita perhatikan arti dari quotation tersebut:

a. Karena engkau tidak berbuat apa-apa untuk berhak mendapatkan Hadirat-Nya dalam hidupmu,… artinya untuk mendapatkan hadirat-Nya, kita tidak perlu melakukan apa-apa.

Hadirat-Nya di sini bisa berbicara tentang keselamatan. Jadi dari kalimat tersebut  kesimpulannya adalah; untuk mendapatkan hadirat-Nya atau keselamatan, kita tidak perlu melakukan apa-apa, padahal Efesus 2:8-9 dengan jelas berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman.” Bagian Tuhan adalah memberikan kasih karunia sedangkan bagian kita adalah iman.

- Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus (Roma 10:17). Jadi ada yang dilakukan, yaitu mendengar!

- Iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2:26). Kita harus bertindak, tidak ada istilah “tidak berbuat apa-apa untuk berhak mendapatkan hadirat-Nya.” Ada bagian kita yang harus kita kerjakan. Quotation bagian pertama ini adalah SALAH!

b. …maka tidak ada pula yang dapat kau lakukan yang dapat menyebabkan Hadirat-Nya meninggalkanmu... artinya hadirat-Nya tidak akan meninggalkan kita, apa pun yang kita lakukan.

Dalam Ibrani 10:26-29, di situ sangat jelas dikatakan bahwa kalau Saudara mengetahui kebenaran tetapi jika kita dengan sengaja berbuat dosa maka tempatnya adalah NERAKA! Apakah di neraka ada hadirat Tuhan? TIDAK ADA! Jadi kalau dikatakan hadirat-Nya tidak akan meninggalkan kita, apa pun yang kita lakukan, itu SALAH!

Ada juga yang berkata begini, “Orang yang sudah lahir baru itu sudah langsung dewasa rohani!”. Ketika kita mengalami kelahiran baru (masih bayi), mereka menganggap  diri mereka langsung dewasa sehingga Tuhan melihat kita pun sudah dewasa dan Tuhan selalu tersenyum melihat apa pun yang kita kerjakan. Saya mau katakan kepada Saudara, kalau ada pengertian orang yang mengalami kelahiran baru langsung jadi dewasa; itu sama dengan bayi yang lahir langsung berkumis! Oleh karena itu Saudara harus berhati-hati! Kalau Saudara banyak diberi quotation-quotation jangan Saudara langsung menerimanya, tetapi harus dipelajari terlebih dahulu.

III MENJAGA HATI DENGAN SEGALA KEWASPADAAN

Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Saudara harus menjaga hati dengan baik karena dari situlah terpancar kehidupan. Kalau hatimu benar sampai akhir, maka yang Saudara dapatkan adalah kehidupan kekal selama-lamanya. Tetapi kalau hati Saudara tidak benar, maka yang dapatkan adalah kebalikannya, yaitu kematian kekal selama-lamanya.

Ibrani 12:15, “Janganlah supaya ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.”

Saudara, jangan sampai menympan akar pahit atau kepahitan. Ciri-ciri dari akar pahit adalah menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang, seperti yang tertulis dalam Galatia 5:19-21: “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu—seperti yang telah kubuat dahulu—bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Ada 15 hal yang ditulis dalam ayat ini dan 8 diantaranya berhubungan langsung dengan akar pahit, yaitu:

- Perseteruan

- Percideraan

- Perselisihan

- Iri hati

- Amarah

- Kepentingan diri sendiri

- Roh Pemecah

- Kedengkian

Semua ini akarnya adalah akar pahit. Jadi sekali lagi kalau sampai kita kepahitan, kita tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah!

Ciri-ciri orang yang mempunyai akar pahit

1. Membenci Saudaranya

1 Yohanes 3:10, “Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.”

Jika seseorang tidak mengasihi saudaranya artinya pahit kepada saudaranya, dia akan disebut anak Iblis dan tempatnya di NERAKA!

2. Tidak Bisa Mengampuni

1 Yohanes 3:14-15, “Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memilki hidup yang kekal di dalam dirinya.”

Orang yang memiliki akar pahit, tidak bisa mengampuni saudaranya dan tempatnya adalah di NERAKA!

AKIBAT DARI AKAR PAHIT

Mary K. Baxter dalam bukunya “Sebuah Penglihatan Tentang Neraka” mengisahkan tentang salah satu pengalamannya ketika dibawa Tuhan melihat neraka. Ia melihat seseorang yang sedang merintih dalam penderitaannya. Tuhan mengisahkan bahwa ia adalah seorang pendeta yang semasa hidupnya menaruh akar pahit yang sangat dalam terhadap suaminya yang berselingkuh. Suaminya sudah bertobat, minta ampun, dan ingin kembali kepadanya, tapi ia menolak keras. Tuhan pun telah mengutus seseorang kepadanya untuk menasehatinya, tetapi tidak berhasil.  Akhirnya ia membunuh suaminya dan wanita selingkuhannya. Dan sebagai akibatnya, hidupnya berakhir di neraka. Rasa penyesalan yang datang kepadanya di neraka, sungguh sudah terlambat. Penderitaan selamanya!

Seorang Pelayan Tuhan yang mengalami sakit yang berat dan dioperasi di Singapore hampir mengalami nasib yang sama. Ketika operasi sedang berlangsung, rohnya meninggalkan tubuhnya, dan ia bisa melihat tubuhnya sendiri yang sedang dioperasi, sambil ia bersandar di dinding. Mulanya ia tidak menyadari bahwa yang sedang dioperasi itu adalah dirinya sendiri; sampai ia melihat wajah ‘orang itu’ yang ternyata adalah dirinya sendiri. Sempat ia melihat bahwa dokter yang sedang mengoperasi dirinya mengangkat tangan, tanda menyerah dan operasinya gagal. Pada saat itu dinding di depannya hancur, dan muncullah satu lubang yang panjang dan gelap serta suara gaduh. Tampak malaikat maut yang memakai pakaian hitam dengan muka yang menakutkan berjalan ke arah tubuhnya yang sedang di atas meja operasi tersebut. Lalu dia berteriak, “Tuhan Yesus tolong!...Tuhan Yesus tolong!”, pada waktu dia berteriak-teriak seperti itu, antara dia dan malaikat maut itu ada seseorang yang berpakaian putih. Kemudian dia sadar, setelah 3 hari koma dan berada di ruang ICU. Dia juga tahu bahwa akhirnya operasinya berhasil.

Setelah kejadian itu dia bertanya, “Tuhan Yesus, saya ini kan pelayan-Mu, Tuhan. Seharusnya yang menjemput saya pada waktu itu adalah malaikat terang, kenapa ini malaikat maut dari lubang yang begitu dalam?”. Lalu Tuhan Yesus menjawab dari Matius 7:21-23, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Dia bertanya kembali kepada Tuhan, “Tuhan, saya ini salah apa?” dan Tuhan menjawab melalui Amsal 4:23, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Dia mulai mengoreksi diri dan dia diingatkan bahwa dia mempunyai kepahitan kepada adiknya sendiri karena adiknya selalu memfitnah dia di depan papanya. Dia tidak menyadari akan hal itu karena setiap kali bertemu dengan adiknya dia kelihatan baik-baik saja, tetapi apa yang ada di dalam hatinya memang tidak ada seorang pun yang tahu kecuali Tuhan dan dirinya sendiri, bahkan kadang-kadang diri sendiri pun tidak merasakannya. Begitu dia diingatkan, dia menangis dan bertobat. Dia datangi adiknya dan minta ampun serta menyelesaikannya

Saudara, Tuhan berkata kepada saya, agar menyampaikan hal ini kepada Saudara, berarti ada cukup banyak orang yang mengalami hal seperti ini. Kadang-kadang ada orang yang terkena kanker dan sebagainya lalu mereka menjadi bingung, “Kenapa saya?”, ternyata jawabannya adalah PERIKSA HATI Saudara! Saya banyak bertemu dengan orang yang sakit seperti ini, tetapi begitu dia mengampuni sakitnya langsung hilang. Kalau dia tidak mengampuni bahkan ada yang sampai meninggal tetap tidak mau mengampuni; bukan menghakimi, tetapi saya mau memberitahukan bahwa tempat mereka adalah di NERAKA.

Memasuki tahun 2016; di tengah-tengah mujizat Tuhan dan goncangan, Tuhan mau kita mengoreksi diri supaya kita masuk Kerajaan Sorga, Kerajaan Allah. Amin!

Khotbah Pdt. DR. Ir. Niko Njotorahardjo, Minggu – 7 Februari 2016 di JCC, Senayan.

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>