Yesus satu-satunya jalan keselamatan

Tuhan tidak menginginkan kehidupan manusia yang diciptakanNya itu berujung pada kesia-siaan. Yakni kehidupan yang diperbudak oleh keselamatan yang sia-sia yang tidak menyelamatkan jiwa mereka. Yaitu sesuatu yang buka roti dan sesuatu yang tidak mengenyangkan. (Yesaya 55:2).

Tuhan hendak menyelamatkan kehidupan umatNya Israel dari keberdosaannya dan memberikan perjanjian abadi yang akan memberikan kembali jalan kebenaran untuk memperoleh keselamatan. Bahkan keselamatan itupun tidak hanya kepada umatNya saja, tetapi kepada semua suku-suku bangsa (Yesaya 55:4).

Manusia membutuhkan keselamatan dari Allah dan keselamatan itu telah dinyatakan melalui Yesus Kristus. Satu-satunya jalan keselamatan hanya ada pada Tuhan Yesus yang telah dinubuatkan sebelumnya (Yohanes 14:6; 3:16) dan Alah menyatakan keselamatan itu adalah sebagai suatu anugerah melalui panggilan pertobatan manusia dengan memerima keselamatan yang dinyatakan Tuhan Yesus dalam kehidupan manusia.

Yesus adalah kehidupan bagi manusia yang akan memberikan roti hidup dan air hidup dari sorga. Seperti Firman Tuhan Yesus: "Akulah roti hidup, barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa datang kepadaKu ia tidak akan haus lagi." (Yohanes 6:35)

Tuhan mengundang kita untuk memasuki rancangan-rancanganNya dan jalan-jalanNya yang indah dan penuh sukacita yang tidak mampu di pikirkan oleh manusia.(Yesaya 55:8-9).

Manusia dalam kehidupannya akan selalu berusaha semampunya untuk mencari kebutuhan fisiknya maupun kesenangan-kesenangan yang diinginkannya, dengan bekerja semampunya maupun dengan giat belajar. Dengan harapan dengan jerih payahnya ia dapat memenuhi kebutuhan fisiknya bahkan keluarganya. Dan jika mungkin masih ada kelebihan dari hasil jerih payahnya maka ia akan membeli kebutuhan yang lainnya sampai dengan menabung. Namun ketika kita membaca kitab Pengkhotbah dikatakan: "Aku telah melihat segala perbuatan yang diakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin." (Pengkhotbah 1:14).

Yang menjadi pertanyaannya adalah mengapa menjadi kesia-siaan?

Setelah saya renungkan nas ini, bahwa sebanyak apapun yang kita makan hari ini, besok hari kita pasti akan lapar lagi, dan besok kita bekerja dan makan dan besoknya kembali lapar dan itulah yang akan kita lakukan sampai meninggal, dan apapun yang dapat kita kumpulkan dalam hidup ini tetap pada akhirnya akan kita tinggalkan ketika kita meninggal.

"Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan?" (Yesaya 55:2).

Firman Tuhan mengingatkan kepada kita bahwa pusat dan sumber kehidupan itu adalah hanya pada Tuhan Yesus saja. Ketika kita hidup dan bekerja di luar dari keselamatan Tuhan, maka kita sedang menjalani hidup yang sia-sia yang menuju kepada kebinasaan. Seperti perkataan Tuhan Yesus: "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Matius 4:4).

Banyak manusia yang berlelah-lelah mencari kehidupan untuk mencari roti yang tidak mengenyangkan. Namun Tuhan memanggil kita kepada keselamatan-Nya agar kita hidup dan bekerja menerima roti dan air hidup dari sorga yaitu mendengar dan melakukan FirmanNya.

Marilah kita datang kepada undangan keselamatan dari Tuhan untuk menerima anugerah pengampunan, persekutuan yang kudus dan berkat-berkatNya yang melimpah yang membawa kita kepada kehidupan kekal.

Bersama Tuhan Yesus kita akan memenangkan hari-hari yang kita lalui, apapun permasalahan, pergumulan, tantangan, cita-cita dan harapan kita, jawabannya hanya ada pada Tuhan kita Yesus Kristus.

"Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." (Kisah Para Rasul 4:12).

Tuhan Yesus Memberkati  kita semua
Magda – Mong Kok Siang

Previous
Previous

3 Hari Penting

Next
Next

Allah tidak pernah keliru